Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jurumasak Al Qaidah Keluar dari Guantanamo

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2012 22:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang warga Sudan yang dipenjara di Guantanamo hari Rabu tiba kembali di negaranya setelah mendekam dalam kurungan selama sepuluh tahun.

Sebelum berkumpul kembali dengan istri dan dua putrinya, Ibrahim Al Qosi terlebih dahulu akan mengikuti program reintegrasi yang digelar pemerintah di ibukota Khartoum, kata pengacaranya.

“Saya kira Anda mungkin dapat menyebutnya sebagai hadiah ulang tahun terbaik yang pernah didapatnya,” kata Paul Reichler, pengacara spesialis hukum internasional yang berbasis di Washington, saat diwawancarai Associated Press (13/7/2012) lewat telepon di sela-sela menghadiri konferensi hukum di Yunani.

Al Qosi, yang belum lama ini memasuki usia 52 tahun, tidak pernah bertemu lagi dengan keluarganya sejak ditangkap dan dikirim ke penjara AS di Kuba awal tahun 2002. Pembebasannya menyusutkan jumlah tawanan di Guantanamo menjadi tinggal 168 orang.

Pentagon dan media pemerintah Sudan mengkonfirmasi pembebasan Al Qosi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Al Qosi termasuk tahanan pertama yang dijebloskan ke penjara Guantanamo oleh Amerika Serikat.

Ia pergi ke Afghanistan tahun 1996 dan bekerja menjadi menjadi juru masak di kamp Al Qaidah. Juli 2010 Al Qosi melakukan kesepakatan dengan jaksa militer, di mana ia mengaku bersalah atas dakwaan memberikan dukungan material pada teroris dan melakukan konspirasi. Pengakuan itu ditukar dengan hukuman 14 tahun yang bisa dikurangi 2 tahun. Kesepakatan tersebut menghindarkannya dari hukuman yang lebih lama, atau mungkin sumur hidup.

Al Qosi tidak pernah didakwa melakukan tindakan kekerasan apapun. Dia bekerja sebagai juru masak dan membantu menyiapkan suplai di kamp para pejuang Afghanistan.

Pengacaranya mengatakan, dia kemungkin pernah berkelana bersama Usamah bin Ladin, tetapi tidak pernah menjadi orang dalam yang dekat dengan para pemimpin Al Qaidah.

Di Sudan Al Qosi tidak akan menghadapi tuntutan hukum lain. Ia kabarnya akan pulang ke kampung halamannya di Atbara, di mana keluarganya memiliki peternakan dan sebuah toko.

Reichler menjelaskan, salah satu alasan Washington mau melepaskan Al Qosi karena ia dianggap tidak akan membahayakan Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menlu Mesir: Hubungan Mesir-Saudi Akan Semakin Kuat
Tulisan selanjutnya Banyak Celah, Server Yahoo Dijebol Peretas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?