Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seks Bebas di Eropa Terpengaruh Filsafat Nietszche?

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 31 Juli 2012 17:00
Bagikan
Nietszche, tokoh pertama dari eksistensialisme modern yang dikenal ateis
Bagikan

Hidayatullah.com–Gaya hidup seks bebas di Barat, tidak lain terpengaruh dengan filsafat Nietszche, tokoh pertama dari eksistensialisme modern yang dikenal ateis.

Pernyataan ini disampaikan Kusen, kandidat Doktor Filsafat di Belgorade State University, Rusia. Menurut Kusen, pemandangan umum di benua biru, Eropa, di mana muda-mudi larut dalam percintaan tanpa melalui jalur pernikahan, tak lain akibat terpengaruh filsafat Nietszche dalam hubungan seks.

Menurut Friedrich Wilhelm Nietzsche, jika seorang berhubungan badan lalu menuntut untuk menikah, itu adalah bagian dari cinta palsu.

“Jadi cinta harus tanpa pamrih. Suka sama suka,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Ahad, (29/07/2012).

Dengan pemikiran ini, maka pasangan di Eropa, khususnya Rusia menjalankan cinta yang benar-benar dilakukan suka sama suka. Mereka harus menjalankan cinta “semurni” mungkin tanpa ada tuntutan untuk menikah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Secara umum Eropa seperti itu,” tandasnya pria yang sudah tiga tahun bermukim di Rusia ini.

Rusia, kata Kusen, pada dasarnya adalah negara Kristen Ortodok. Mereka bukan sama sekali anti agama. Namun agama di Rusia memang tidak semarak layaknya orang beragama di Indonesia. Hanya menariknya, ada satu kesamaan antara Indonesia dan Rusia dalam perkara perzinahan.

“Seks bebas wilayah privat. Jika berhubungan suka sama suka tidak bisa diadili.,” bebernya.

“Kalau pemerkosaan baru bisa diadili,” sambungya yang meski mengambil program filsafat, banyak bertolak belakang dengan gagasan liberalisme.

Hal lain yang menarik di Rusia menurutnya, menyangkut perayaan Hari Nata. Di mana Hari Natal di Rusia dilaksanakan pada tanggal 7 Januari, bukan 25 Desember.

Seperti diketahui, Frederich Wilhelm  Nietszche (1844-1900) menggambarkan dirinya sebagai filsuf Jerman yang kontroversial. Ia tenar dengan perkataannya bahwa ‘Tuhan Sudah Mati’.

Menurut pengajar di STAI Publisistik Thawalib Jakarta ini, perkataan Nietszche itu sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Kristen dan agama Kristen itu sendiri. Nietszche melihat Kristen sebagai agama yang tidak rasional dan terkenal dengan kaum agamawannya yang kerap melacurkan diri.

“Nietszche kemudian mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masyhid ”Tertipu” di Masjid
Tulisan selanjutnya Kisah Mahmoud di Jalur Gaza Saat Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Berita
30 Oktober 2026 16:27
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?