Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggota Navy SEAL Bikin Buku Bagaimana Usamah Ditembak

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 31 Agustus 2012 06:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Usamah bin Ladin ditembak tepat pada kepalanya ketika nongol dari pintu, lalu diberondong peluru begitu tersungkur ke lantai, demikian diungkapkan sebuah buku yang ditulis seorang anggota tim pasukan komando AS yang membunuh Usamah.

Keterangan versi anggota Navy SEAL, nama pasukan khusus ini, mengenai kematian gembong Al Qaeda ini berbeda dari keterangan pemerintahan Presiden Barack Obama sebelumnya dan ini akan memicu debat luas mengenai cara menangani rahasia-rahasia negara berkaitan dengan pembunuhan Usamah itu.

“No Easy Day,” judul buku ini, akan diluncurkan pekan depan. Buku ini menawarkan kesaksian dari saksi mata langsung penyergapan Mei 2011 itu untuk pertama kalinya.

Buku ini juga menggambarkan bagaimana seorang Navy SEAL menduduki mayat Usamah bin Ladin dalam helikopter Blackhawk yang sesak yang menerbangkan mereka keluar dari Pakistan setelah melancarkan operasi itu.

Kesaksian sebelumnya menyebutkan Usamah muncul dari balik pintu lalu diseret balik ke kamarnya, karena para prajurit komando AS menyangka dia membawa senjata.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun sang pengarang buku ini, memakai nama samaran “Mark Owen,” justru mengatakan Usamah bin Ladin ditembak kepalanya oleh anggota Navy SEAL ketika berusaha keluar dari pintu dan ditemukan berdarah-darah ketika prajurti komando lain menerobos kamarnya, kata sebuah laporan yang dikonfirmasikan kepada AFP oleh para pejabat Departemen Pertahanan.

Bin Ladin terluka sangat parah dan terbujur di lantai begitu dua perempuan menangis di atas jenazahnya. Navy SEAL lalu merenggut kedua perempuan itu, kemudian menembaki lagi pemimpin Al Qaeda tersebut, kutip buku itu.

“Kami memberondongnya beberapa kali,” tulis sang penulis dalam bukunya itu. “Peluru menembusinya, membuat tubuhnya makin erat ke lantai sampai kemudian dia tak bergerak sama sekali.”

Penerbit buku ini, Dutton dari Grup Penguin, telah memajukan jadwal peluncuran dari 11 September ke 4 September, karena liputan media telah membuat buku ini kebanjiran pesanan.

Pemerintahan Obama telah menyatakan bahwa jenazah Bin Ladin telah diperlakukan dengan baik dan mendapat pemakaman sesuai Islam di laut.

Namun selama di helikopter menuju keluar Pakistan, seorang anggota tim Navy SEAL menduduki dada Bin Laden karena helikopter penuh oleh penumpang, tulis buku itu.

Para pejabat AS telah menegaskan bahwa tidak ada perilaku tidak senonoh, sekalipun penggambaran oleh sang pengarang buku itu akurat.

Pasukan komando ini sendiri kehilangan satu helikopter dalam operasi itu, karena jatuh saat mendarat. Itu sebabnya helikopter satunya lagi menjadi sesak oleh penumpang, kata seorang pejabat Departemen Pertahanan yang meminta jati dirinya tak diungkap.

Pasukan operasi khusus yang menyesaki helikopter kadang harus menduduki jenazah temannya sendiri yang gugur dalam tugas, kilah pejabat Departemen Pertahanan itu.

Para pejabat tinggi tengah mengkaji buku ini untuk menentukan apakah sang penulis telah menyebarluaskan  informasi atau taktik rahasia yang mungkin melanggar aturan Pentagon, yang lalu memicu langkah hukum.

“Departemen Pertahanan memiliki satu salinan dari buku itu dan kami tengah mempelajarinya,” kata juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Steve Warren.

Panglima Komando Operasi Khusus, Laksamana William McRaven, melalui sebuah memo tertanggal 23 Agustus memperingatkan bahwa anggota pasukan elite bisa menghadapi tuntutan kriminal jika menyebarluaskan informasi yang membahayakan tentara AS.

Fox News melaporkan bahwa identitas sang penulis buku adalah seorang mantan anggota Navy SEAL yang juga turut ambil bagian dalam operasi tahun 2009 untuk menyelamatkan Kapten Richard Phillips dari pembajak Somalia.

Para pejabat pemerintahan Obama tampak cemas karena tak ingin kelihatan membela operasi yang telah mereka sebut mencapai sukses besar, sebaliknya menyebut buku itu tidak memberi hal baru apapun mengenai penyerbuan itu.

“Kami tak akan menarik hal apapun,” kata pejabat pertahanan AS itu.  “Kami tidak akan mengomentari kesaksian dia (pengarang buku itu).”

Para aktivis dan anggota DPR dari Partai Republik menuduh para pembantu Obama membocorkan rahasia di balik penyerbuan Usamah itu kepada para pembuat film Hollywood dan wartawan demi memperkuat citra politik Obama. Tuduhan ini dibantah Gedung Putih.

Sang pengarang buku sendiri menegaskan bukunya tak memiliki motif politik apapun dan hanya demi menghormati bertahun-tahun kerja intelijen dan latihan yang berpuncak pada penyerbuan Usamah itu.

“Tahu kan, jika -orang-orang gila di kubu lain– ini ingin mempolitisirnya, maka alangkah memalukannya mereka. Ini adalah buku tentang 11 September, dan ini diperlukan untuk yang tersisa dari (tragedi) 11 September, tidak dibawa-bawa ke ranah politik, karena ini tak ada kaitannya dengan politik,” katanya dalam program “60 Minutes” yang disiarkan televisi ABC.

Sebagaimana diberitakan Antara, dalam bukunya sang pengarang memuji Obama karena mendukung penyerbuan itu, namun menyatakan bahwa kawan-kawan sepasukannya membuat sindiran kasar bahwa operasi penyerbuan Usamah itu akan membantu sang presiden untuk terpilih kembali.

Saat seorang anggota pasukan komando itu bercanda bahwa pasukan komando itu telah menjamin terpilihnya lagi Obama, si pengarang menjawab, “Jadi, kamu tidak suka melakukan operasi ini?”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Saksi Menyebutkan Ada Orang Bawa Bom Remote”
Tulisan selanjutnya Mengeluarkan Orang dari Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?