Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

2.000 Prajurit Amerika Tewas di Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2012 19:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kematian prajurit Amerika Serikat selama 11 tahun perang di Afghanistan menyentuh angka 2.000 setelah seorang prajurit Afghanistan menembak mati 2 prajurit AS, Sabtu (29/09/2012), lansir Associated Press.

Seorang prajurit Afghanistan menembakkan senjatanya ke arah pasukan Amerika di sebuah pos pemeriksaan di sebelah timur negeri, menewaskan dua orang pajurit AS dan sedikitnya dua prajurit Afghanistan. Penembakan terjadi di Provinsi Wardak , kata Shahidullah Shahid, jurubicara pemerintah provinsi.

Seorang kontraktor sipil yang bekerja untuk NATO juga ikut tewas, namun tidak diungkap negara asalnya.

“Laporan awal menyebutkan terjadi kesalahpahaman antara tentara Afghanistan dengan tentara Amerika,” kata Shahid. Penyelidik sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Sedikitnya 1.190 lebih anggota pasukan koalisi juga tewas dalam perang di Afghanistan, menurut data organisasi independen iCasualties.org.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut index Afghanistan yang disimpan Brookings Institution, 40,2 persen kematian itu disebabkan oleh bom rakitan, dengan waktu kejadian sebagian besar setelah Presiden Obama memerintahkan penambahan 33.000 pasukan AS ke Afghanistan tahun 2009.

Pusat riset yang berbasis di Washington itu mengatakan, penyebab kematian kedua terbanyak adalah karena tembakan musuh, 30,6 persen.

Namun, jumlah korban sipil Afghanistan yang ditimbulkan oleh invasi Amerika Serikat sudah mencapai 20.000 orang lebih. Padahal korban 9/11, yang dijadikan alasan Washington menyerbu Afghanistan dan memburu Taliban dalam kerangka Perang Melawan Teror, hanya 3.000 jiwa saja, itu pun jumlah yang diklaim sepihak AS.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerikaold migratetewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tony Blair Seharusnya Bisa Cegah AS Serang Iraq
Tulisan selanjutnya Saudi Bangun Rumah Kontainer untuk 10.000 Pengungsi Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?