Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggota Dewan Jual Visa Belgia ke Pengungsi Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Januari 2019 19:59 7:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Januari 2019 19:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang anggota dewan sebuah kota di Belgia ditangkap dengan tuduhan menjual visa kemanusiaan kepada para pengungsi, kata kantor kejaksaan di Antwerp.

Dilansir Euronews Jumat (18/1/2019) politisi dari partai nasionalis Flemish N-VA , Melikan Kucam, mengaku menarif pengungsi sampai 20.000 euro untuk bisa mendapatkan visa Belgia.

Kucam dikenai pasal perdagangan manusia, korupsi dan pemerasan.

Penangkapan terhadap politisi N-VA itu menyusul investigasi yang dilakukan otoritas Belgia dan tayangan televisi Pano yang menyiarkan kasus itu hari Selasa malam lalu.

Melikan Kucem, yang merupakan keturunan Asiria (orang asal kawasan Asiria, sekarang masuk wilayah Iraq utara, Turki dan Iran), diyakini mengambil untung dari posisinya sebagai tokoh terkemuka komunitas Asiria di kota Mechelen, Belgia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jurnalis Pano berbicara kepada anggota masyarakat dari komunitas itu, yang mengatakan bahwa uang yang dibayarkan kepada Melikan Kucam adalah untuk mendapatkan visa kemanusiaan dari pemerintah Belgia.

“Semua saksi menceritakan kisah yang sama, secara terpisah satu dengan lainnya,” kata jurnalis Pano. “Dan setiap kali, Melikan Kucam, selalu disebut sebagai tokoh utamanya.”

Menurut Pano, Kucam menerima nama-nama orang yang akan meninggalkan Suriah karena perang. Kemudian, berperan sebagai perantara (penghubung) pemerintah Belgia, Kucam meminta bayaran dari pengungsi agar nama mereka dimasukkan dalam daftar orang-orang yang berhak menerima visa. Daftar itu kemudian diserahkan Kucam ke Menteri Keimigrasian Theo Francken untuk disetujui.

Meskipun demikian, Pano menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah dan menterinya dalam kasus tersebut.

Kucam membantah tuduhan itu dan menuding uang justru diserahkan ke agen-agen atau orang-orang yang memberangkatkan kepergian pengungsi dari Suriah ke Libanon. Kucam bersikukuh mengatakan dia tidak menerima uang tersebut.

Sementara itu Theo Francken lewat Twitter mengatakan bahwa tidak ada yang mencurigakan dari daftar pengungsi yang diserahkan kepadanya. Dan kalaupun terjadi penyimpangan, maka pelaku harus ditindak tegas.

Maddie DeBlock, menteri keimigrasian Belgia yang baru diangkat, hari Rabu (16/1/2019) mengatakan bahwa hanya akan menerima daftar nama pengungsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelum memutuskan untuk mengeluarkan visa kemanusiaan, dan akan menghilangkan fungsi perantara yang selama ini dipakai.

“Bekerja melalui perantara justru menimbulkan korban,” kata DeBlock. “Memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan visa kemanusiaan adalah tindakan yang sama sekali salah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rombongan Baru Karavan Migran Berangkat dari Honduras
Tulisan selanjutnya Generasi Muda Mesti Sadar Pentingnya Peradaban Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Berita
27 September 2026 09:26
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara

Terbaru

  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi
  • Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?