Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Rayakan Lebaran, 67 Orang Tewas di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2012 17:15
Bagikan
Rumah sakit di Kyauktaw sibuk beri pertolongan
Bagikan

Hidayatullah.com— Pegiat HAM Human Right Watch (HRW), Sabtu merilis gambar baru yang menunjukkan pengrusakan di distrik barat Burma akibat kekerasan etnis. HRW mengatakan lebih dari 800 bangunan dan rumah perahu terbakar. Gambar satelit juga menunjukkan sekitar 14 hektar kawasan terbakar di Kyaukpyu, kota pantai di Rakhine.

Pegiat HAM asal AS menyatakan kebanyakan warga di kawasan tersebut adalah Muslim Rohingya, yang menjadi target serangan non-Muslim yang menyebut mereka tidak termasuk dalam Burma (sebutan lain Republik Persatuan Myanmar).

Banyak warga Rohingya yang diyakini kabur dengan menggunakan kapal ke laut akibat bentrok hari Jumat (26/10/2012) yang berlangsung di enam kota. Lebih dari 67 orang tewas akibat kekerasan yang bertepatan dengan Hari Raya Qurban bagi umat Islam Myanmar. Para pemimpin Muslim di Mymanmar mengaku tak merayakan lebaran Idul Adha kali ini karena alasan keamanan.

“Pemerintah Burma harus dengan cepat menjamin keamanan bagi Rohingya di Rakhine, yang menjadi target serangan brutal,” kata Phil Robertson, wakil direktur HRW Asia dikutip BBC.

”Kecuali pemerintah mulai menangani akar penyebab kekerasan, maka ini hanya akan bertambah buruk,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

PBB sebelumnya memperingatkan bahwa program reformasi negara itu terancam akibat kekerasan komunal yang berlanjut antara kelompok lokal Budha dan Muslim Rohingya.

67 orang dinyatakan tewas pekan ini. Voice of America (VOA) mengestimasikan, bentrok Jumat pagi menyebutkan korban tewas lebih dari 100. Namun data ini dibantah jurubicara negara bagian Rakhine, U Win Myaing. Kepada VOA Siaran Burma, ia mengatakan jumlah korban jiwa jauh di bawah angka itu.

“Sejak awal kekerasan yang baru terulang lagi di enam wilayah, termasuk Yethedaung dan Kyauktaw, sejauh ini korban tewas adalah 33 pria dan 31 wanita, sementara 68 pria, 4 wanita, termasuk 10 anak cedera. Angka ini mencakup di kedua belah pihak,” ujar U Wing Myaing dikutip VOA.

Menurut VOA, semenjak hari Jumat, sejumlah Rumah Sakit sibuk mengobati korban cedera yang terus berdatangan siang dan malam.

Namun jumlah korban tewas yang lebih rendah itu tidak menghilangkan rasa cemas mereka yang di daerah-daerah yang luluh lantak akibat kekerasan itu, di mana sebagian warga desa menuduh pasukan keamanan Burma memperburuk situasi.

“Militer menembaki. Padahal orang-orang ini mungkin hanyalah wisatawan yang ingin mengunjungi kota kami. Mereka tidak menyelidiki. Ketika militer melihat satu perahu motor pergi, mereka langsung menembak,” ujar seorang warga desa.

Umat Muslim Rohingya dan Budha Rakhine telah terlibat bentrokan sejak ketegangan berkobar lagi hari Ahad. Pejabat pemerintah mengatakan selain korban manusia, hampir 2.000 rumah dan delapan rumah keagamaan hancur karena kebakaran.

Rohingya selama ini dianggap sebagai imigran ilegal oleh pemerintah Burma.Kali ini kaum non-Muslim juga dilaporkan menjadi target penembakan dari pasukan pemerintahan dan menimbulkan banyak korban.

Pemerintah menyatakan jam malam diberlakukan di kawasan tersebut, tetapi kekerasan terbaru yang pecah sejak Juni silam ini membuat kebijakan ini dianggap tidak memadai.

Seperti diketahui, Juni lalu, kekerasan etnis di Rakhine menewaskan 90 orang dan menghancurkan lebih dari 3.000 rumah. Sejak itu, sekitar 75 ribu orang tinggal di penampungan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmakonflikLebaranmyanmarold migratetewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WNI Rayakan Idul Adha di Rabat, Maroko
Tulisan selanjutnya Pemerintah Diharap Dukung Perbankan Syariah agar Setara dengan Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?