Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aung San Suu Kyi Sebutkan Alasan Berdiam Diri Soal Rohingya

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 November 2012 05:04
Bagikan
Aung San Suu Kyi/Foto: The Guardian.
Bagikan

Hidayatullah.com–Membisunya tokoh Myanmar, Aung San Suu Kyi terhadap kasus diskriminasi yang dialami oleh suku Pattani di negaranya, menyebabkan dunia internasional kecewa.

Setelah cukup lama tidak berkomentar apa-apa terhadap protes dari dunia internasional itu, akhirnya Suu Kyi buka suara.

Kepada BBC, pemimpin yang akrab dengan penjara rumah itu menyatakan bahwa dirinya tidak mau berbicara karena dia tidak ingin menggunakan “kepemimpinan moral” dalam  sikap politiknya.

“Saya mendukung toleransi, tapi bukan berarti seseorang harus bertindak karena dorongan moral dalam kepemimpinannya. karena banyak aspek lain yang menyebabkan suatu konflik bisa terjadi,” ujarnya seperti dilansir BBC, Minggu (4/11/2012).

Hal ini disampaikannya di ibukota Naypyidaw setelah dirinya menerima kunjungan presiden Komisi Uni Eropa, Jose Manuel Barosso. Dalam kesempatan itu, Barosso menyatakan bahwa Uni Eropa sangat prihatin dengan tragedi yang terjadi di Myanmar itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tahu orang-orang berharap agar saya membela salah satu pihak. Namun itu tidak akan terjadi karena berarti saya akan mengecewakan yang lainnya,” lanjut Suu Kyi lagi.

Pemenang hadiah Nobel demokrasi yang kini merupakan anggota parlemen ini juga menyatakan bahwa supremasi hukum adalah hal pertama yang harus ditegakkan di Myanmar.

“Karena jika satu pihak membunuh pihak lain maka bagaimana bisa kita duduk bersama untuk memikirkan jalan keluar yang logis?” lanjutnya.

Permasalahan pengungsi Rohingya memang telah menjadi sorotan dunia internasional dalam waktu yang cukup lama. Hal ini karena diskriminasi yang dialami oleh 800 ribu orang Rohingya di Myanmar yang disebut pemerintah sebagai ‘imigran ilegal’ dari Bangladesh.

Sedikitnya lebih dari 100 ribu orang telah diungsikan ke tempat yang aman sejak kerusuhan meletus Juni lalu. Ratusan orang telah meninggal dari kedua belah pihak dan ratusan rumah terbakar.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SBY Minta Rakyat Indonesia Bangga Penghargaan yang Diterimanya
Tulisan selanjutnya Mengejar Kafilah Orang-orang Shalih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?