Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Agar Dapat Kerja Muslimah Inggris Lepas Jilbab

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Desember 2012 11:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di Inggris, kemungkinan seorang wanita Muslim menjadi pengangguran lebih dari 2 kali lebih tinggi kerimbang wanita kulit putih. Akhirnya, agar memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan, mereka pun mengubah nama atau bahkan menanggalkan jilbabnya.

Dilansir Guardian (7/12/2012), berdasarkan hasil temuan seluruh partai di parlemen, angka pengangguran wanita etnis minoritas tidak juga turun dalam kurun waktu 3 dekade terakhir. Prasangka dan diskriminasi menjadi salah satu alasan yang menghalangi wanita Pakistan, Bangladesh dan wanita kulit hitam dari mendapatkan pekerjaan.

Tingkat pengangguran di kalangan wanita Pakistan dan Bangladesh sebesar 20,5%, bandingkan dengan wanita kulit putih yang hanya 6,8%. Sedangkan di kalangan wanita kulit hitam angka pengangguran mencapai 17,7%.

Laporan anggota parlemen itu menemukan, sebagian bos dari para pekerja Muslimah menyuruh mereka berhenti bekerja setelah melahirkan.

Anggota parlemen Inggris meminta agar pemerintah mengakhiri pendekatan “warna kulit” yang kerap dipakai oleh pemilik usaha dalam mencari pegawai.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasil temuan wakil rakyat itu menemukan sejumlah hal mengejutkan. Diantaranya adalah seperti yang berikut ini. Sebagian pemilik usaha bersikap lebih buruk, ketika mereka mengetahui bahwa wanita pemilik nama khas Eropa ternyata berkulit hitam. Sebagian wanita Muslim menanggalkan hijab mereka agar memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan. Wanita kulit hitam dan Asia kerap dibuat kesal saat wawancara kerja dengan pertanyaan menyangkut rencana menikah dan memiliki anak. Wanita Pakistan dan Bangladesh yang membawa anak mereka ke penitipan anak gratis selama jam kerja lebih sedikit dibanding wanita berkulit putih.

Akibat banyaknya kendala yang dialami wanita Muslim dan non-kulit putih dibandingkan wanita berkulit putih dalam mencari pekerjaan, akhirnya wanita etnis minoritas cenderung menarik diri dari lowongan pekerjaan yang ada.

Anggota parlemen dari Partai Buruh David Lammy mengatakan, “Sangat mengejutkan bahwa di abad 21 ini di Inggris ada wanita-wanita yang merasa harus menanggalkan jilbab atau mengubah namanya hanya untuk bisa bersaing dengan kandidat lain dalam mencari pekerjaan.”

Rasisme, seksisme dan berbagai diskriminasi lainnya dalam lapangan kerja menurut Lammy harus dihilangkan, sebab wanita yang yang memiliki pekerjaan dapat membantu keluarga mereka untuk keluar dari lubang kemiskinan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diskriminasijilbabMuslimahold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meneladani Panglima Shalahuddin al Ayyubi dan Nuruddin Zanki
Tulisan selanjutnya Tahun 2013 Keuangan Islam Global Mencapai $1,8 Trilyun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?