Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

“Jihad Seks” dan Perlunya menjadi Pembaca Cerdas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 September 2013 12:42 12:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2013 12:42
Bagikan
Foto-foto mujahidah yang diklaim sebagai pasangan “jihad seks”
Bagikan

Oleh: Maya dewi

BARU– baru ini kita dikejutkan berita di media massa (khususnya media online) seputar adanya aktivitas “jihad seks” yang dilakukan oleh para wanita Tunisia di Suriah.

Beberapa situs nasional seperti sindonews.com, merdeka.com dan tempo.co turut memberitakan hal tersebut.

Diberitakan, sejumlah wanita Tunisia rela menyeberang ke utara Suriah untuk melakukan “jihad seks” bersama para oposisi Suriah. Bahkan beberapa telah pulang ke negaranya dalam keadaan hamil.

Lucunya, satu-satunya sumber pemberitaan itu adalah pernyataan Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi ben Jeddou, kepada anggota parlemen.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

”Mereka melakukan hubungan seksual dengan 20, 30, hingga 100 militan,” kata menteri Jeddou kepada anggota Konstituante Majelis Nasional, kemarin, seperti dikutip Al-Arabiyya, Jumat (20/09/2013). Dan tak ada sumber pemberitaan lain yang menguatkan pernyataan itu.

Di sisi lain, sangat minim media yang mengklarifikasi kebenaran berita tersebut kepada wanita pelaku dan pihak yang disebut sebagai pemberontak ataupun oposisi Suriah. Padahal pihak oposisi Suriah, dalam hal ini Pejabat Tentara Pembebasan Suriah (FSA) membantah klaim tentang “jihad seks” di Suriah. Mereka mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda praktek aktifitas haram tersebut di wilayah di bawah kendali mereka (World Bulletin, Ahad 22-09-2013).

FSA menegaskan bahwa isu “jihad seks” hanyalah permainan media. FSA juga menegaskan tidak mungkin ada apa yang disebut “jihad seks” jika maksudnya adalah perzinaan.

Media dan Pembunuhan Karakter

Munculnya berita “jihad seks” ini di tengah-tengah menguatnya dukungan terhadap pihak oposisi (atau lebih tepatnya adalah mujahidin) Suriah, membuat kita semakin yakin bahwa pihak-pihak yang anti terhadap perjuangan (baca opisisi) di Suriah telah mulai kehilangan akal. Ketidakmampuan mereka membendung arus mujahidin yang masuk ke Suriah membuat mereka harus mencari isu murahan lain.

Di Indonesia, rupanya momen ini tidak disia-siakan media-media pendukung Syiah (yang sejak awal konflik memang mendukung Rezim tangan besi Bashar al Assad), yang diback-up minoritas penguasa dukungan Syiah Alawiyah.

Isu “jihad seks” yang mereka lontarkan ini tak lain hanyalah usaha pembunuhan karakter terhadap para mujahidin yang ikhlas berjuang menegakkan agamanya. Serta fitnah keji terhadap para muslimah, khususnya muslimah yang turut serta mendampingi suaminya untuk berjihad di Suriah.

Di sisi lain, isu tersebut  juga telah menodai makna jihad. Dalam Islam, jihad memiliki makna syar’i, yaitu perang melawan pihak-pihak yang menghalangi tegaknya kalimatullah, yang dilakukan secara ofensif oleh daulah Islam, dan defensif oleh setiap individu muslim yang terdzolimi seperti yang terjadi di Suriah. Sehingga tidak ada yang namanya ‘jihad pendidikan’, ‘jihad ekonomi’, apalagi “jihad seks”.

Sementara itu, Syeikh Muhammad ‘Arifi yang disebut-sebut sebagai ulama mengeluarkan fatwa justru membantah. 

“Apa yang disiarkan oleh chanel Al-Jadid pengikut Bashar, dan saya yakin ini juga disiarkan oleh chanel-chanel Rafidhah, yang berkaitan dengan kicauan atas nama saya di twitter, tentang fatwa jihad seks di Suria adalah dusta!” tandas sang Syeikh.

Peran Jihad Wanita

Sebagai sistem hidup yang sempurna, Islam juga telah mengatur peran wanita muslimah di medan jihad. Peran tersebut adalah :

turut berperang, tim logistik, tim medis, serta motivator bagi suami atau anak serta kerabat yang berjihad.

Dalam hadis riwayat Bukhori, dari Nabi ShalAllohu ‘alaihi wa sallam, dari Ruba’i binti Muawwidz radliyAllohu ‘anha, beliau berkata, “Kami berperang bersama Nabi shalAllohu ‘alaihi wa sallam, kami memberi minum para prajurit dan membantu mereka, mengembalikan yang terluka dan terbunuh ke Madinah”.

Ibunda Khadijah ra. Merupakan motivator bagi Rasulullah, baik dalam berdakwah maupun berjihad. Sedangkan Al Khansa’ ra. adalah motivator jihad keempat anak laki-lakinya yang tidak ragu untuk menjadikan anak-anaknya bagian dari kafilah mujahidin sekaligus kafilah syuhada’. 

Jadilah Pembaca yang Cerdas

Sementara bagi kita sebagai pembaca berita, keberadaan isu “jihad seks” dan isu-isu lain haruslah ditanggapi dengan cerdas. Lakukan cek dan ricek (tabayyun) terhadap sumber berita tersebut, sehingga kita tidak mudah termakan isu. Sebagaimana kasus berita “jihad seks” yang ternyata berasal dari sumber yang tidak valid karena hanya sepihak dan tidak didukung oleh data yang kuat, bahkan salah satu foto yang diklaim sebagai pasangan “jihad seks” (diambil dari www.febrayer.com) ternyata plasu, karena mereka adalah sepasang suami-istri mujahidin Suriah (video liputan Al-Jazeera).

Melontarkan isu “jihad seks” sama halnya dengan menuduh berzina, jika itu tidak terbukti maka ancaman dosa besar dalam Islam.

Kasus ini menjadi pelajaran pada kita, bagaimana di zaman penuh fitnah ini, kita seharusnya lebih cerdas, sekaligus punya sikap, bacaan dan media apa saat yang wajib kita tinggal dan kita jadikan rujukan keluarga. Ingatlah firman Allah, dalam surat surat At Taubah ayat 32 “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (Din) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka.”

Inilah fakta yang terjadi saat ini. Wallohu a’lam bi showwab*

Penulis peminat masalah sosial

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jihad seksmediamujahidahmujahidinsuriahtunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dapat Informasi Intelijen, Presiden Venezuela Batal Hadiri SU-PBB
Tulisan selanjutnya Amerika Tak Berikan Visa Presiden Sudan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?