Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Konsep Tauhid Pancasila Dirusak Tafsir Sekuler dan Liberal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2013 06:34
Bagikan
Tafsir terhadap Pancasila saat ini dilakukan kalangan sekuler dan liberal
Bagikan

Hidayatullah.com–Konsep tauhid ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ yang digagas pendiri bangsa sebagai sila pertama dalam Pancasila, pada perkembangannya terus dirusak pemahaman dan implementasinya oleh tafsir para kaum sekuler dan liberal.

Padahal perilaku menonjol dari faham sekuler dan liberal adalah faham yang menafikan Allah Subhanahu Wata’ala sebagai satu-satunya pusat sesembahan dan menjauhkan agama dari negara.

Tidak mengherankan, jika perilaku masyarakat Indonesia sekarang ini –baik rakyatnya maupun para politisinya — tidak lagi menunjukkan kesalehan individu serta kearifan dan kesantunan sosial.

Demikian uraian Pimpinan AQL Islamic Center (AQLIC) Ustad Bachtiar dalam kajian Majelis Tadabbur Al Qur’an (MataQu) yang berlangsung di Masjid Baitul Insan, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (16/02/2013) kemarin.

Majelis Penyucian Jiwa (Tazkiyatn Nafs) yang diadakan setiap minggu ke-3 sekali sebulan ini, mengambil tema “Berpola Pikir Tauhid”, yang dihadiri sekitar 500 jamaah AQLIC dan masyarakat umum.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Menurut Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN, tafsir terhadap Pancasila yang dilakukan kalangan sekuler dan liberal itu, celakanya dijadikan acuan dan pegangan dalam menjalankan politik bernegara di Indonesia.

“Sehingga tak mengherankan jika ukuran keberhasilan para politisi dan penyelenggara pemerintahan di negari ini, lebih bermotif pada keberhasilan dirinya sendiri yang berorientasi keduniaan. Bukan untuk kemaslahatan orang banyak yang berorientasit akhirat,” tandas alumnus  PP Darussalam Gontor dan Universitas Madinah ini.

Salah satu contohnya, ujar UBN sambil bersoloroh, saat ini masih ada angota DPR yang merasa sudah sukses, karena bisa memakai jam tangan seharga Rp. 70 juta.

Lucunya, tambah UBN, jika anggota DPR ini ditanya mengapa ia harus mewah-mewah dengan memakai jam semahal itu, jawabannya karena memang sebagai politisi ia sudah pantas memakai asesoris semewah itu.

Dari kasus semacam itu, UBN mengajak para jamaah untuk kembali berpola pikir tauhid, di mana segala keberhasilan yang bisa kita raih di dunia semata-mata karena kehendak Allah Subhanahu Wata’ala.

“Kita tidak boleh menganggap apa yang telah kita capai di dunia, baik keberhasilan ataupun musibah, itu semata-mata karena kehebatan atau kegagalan ikhtiar kita sebagai manusia,” tandasnya.

Selain itu, lanjut UBN, sebagai hamba Allah kita harus terus berorientasi pada akhirat dalam menjalani hidup di dunia. Karena itu, tambahnya, sangatlah pantas jika di dunia ini kita harus banyak membicarakan hal-hal tentang akhirat yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits.
“Karena, nanti di akhirat kita akan banyak ditanya tentang persoalan dunia: tentang apa saja yang kita lakukan selama hidup di dunia. Jadi pantas jika selama di dunia kita selalu membahas apa yang akan terjadi di akhirat kelak,” tutur UBN.

Menutup kajiannya, UBN menukil rumusan dari ulama besar Ibnu Qayyim al-Jauziyah,  bahwa perilaku menyimpang yang banyak dilakukan masyarakat awam atau kalangan agamawan, disebabkan karena “rusaknya ilmu” dan “rusaknya tujuan”.

“Di mana, jika ilmu seseorang rusak, maka bisa terjebak dalam kesesatan aqidah. Dan jika tujuan seseorang itu rusak, maka akan mendapat azab di dunia dan siksa Allah di akhirat,” tegasnya. */kiriman AQL Multimedia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepancasilasekuler
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR: UU Pendanaan Teroris Tidak ‘Jebak’ Umat Islam
Tulisan selanjutnya Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Mudah Sekali Tunduk Pada Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?