Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Marwan Batubara : Penguasaan Asing Di Blok Mahakan Adalah Penjajahan bentuk Baru

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2013 10:06 10:06 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Oktober 2013 10:06
Bagikan
Marwan Batubara
Bagikan

Hidayatullah.com-Perjuangan untuk mengembalikan pengelolaan Blok Mahakam ke Pertamina terus berlanjut. Marwan Batubara salah satu penggerak dari kelompok yang menamakan diri Petisi Blok Mahakam Untuk Rakyat semakin lantang berbicaya.

Di sela-sela kegiatan diskusi ‘Kembalikan Blok Mahakam kepada Anak Bangsa, Rabu (02/10/2013) Marwan berbagi cerita dengan hidayatullah.com.  Lelaki kelahiran Sumatera Utara inipun mengutarakan banyak kekhawatirannya terkait sumber daya alam Indonesia yang dikuasai asing. Terutama keberadaan blok Mahakam yang hingga kini masih terus diperjuangkan dirinya untuk dikembalikan pengelolaannya kepada anak bangsa.

Bagaimana perkembangan perjuangan blok Mahakam hingga saat ini?

Saya melihat prospek untuk diperpanjangan semakin besar. Perusahaan asing Total E&P Indonesie semakin gencar melakukan promosi dan lobi, sementara pemerintah kurang serius mendengarkan aspirasi rakyatnya sendiri. Kalau pemerintah serius harusnya masalah ini bisa selesai dari setahun yang lalu. Sangat aneh, belum ada tanggapan serius dari pemerintah untuk mendukung BUMN. Mereka justru seperti sengaja mendiamkan perusahaan asing yang menguasai aset-aset sumber daya alam Indonesia.

Apa saja promosi dan lobi yang dilakukan perusahaan asing tersebut?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Mereka semakin gencar melakukan promosi. Bukan hanya di media besar dan mainstream. Mereka masuk ke kampus-kampus dan memberikan beasiswa untuk mencari dukungan. Mereka berusaha untuk merubah opini masyarakat bahwa kehadiran mereka dalam mengelola blok Mahakam itu menguntungkan bagi Indonesia, padahal kenyataannya banyak kerugian yang dialami oleh Indonesia.

Kerugian seperti apa?

Pada 11 Juli 2013, wakil Presiden Senior Total E&P Asia Pasifik, Jean Marie Gullermo menawarkan kepemilikan saham sebesar 30% kepada Pertamina. Sisanya, 70 persen adalah alokasi saham untuk mereka, kalau ini terjadi maka memang benar pemerintah kita tunduk pada asing. Selain itu, Total E&P juga sudah berencana berinvestasi padahal kontrak perpanjangan dari pemerintah belum ada, inikan jelas mengada-ngada. Perusahaan asing ini sudah seenak-enaknya mengatur saham dan memonopoli kebijakan perpanjangan kontrak. Pemerintah harusnya tidak tunduk pada perusahaan asing. Kita ini negara berdaulat bukan sekedar perusahaan.

Banyak orang mengkhawatirkan jika Pertamina mengambil alih Blok Mahakam maka akan terjadi penurunan produksi?

Penurunan produksi pasti ada. Tapi fokus kita saat ini adalah membebaskan aset-aset sumber daya alam bangsa dulu dari penjajahan asing.

Setelah itu terjadi kita bersama-sama memulai membangun kembali kekuatan produksi kita. Ini penjajahan bentuk baru lebih berbahaya dari menurunnya angka produksi. Angka produksi yang menurun bisa kita kejar bersama bukan justru mengandalkan kekuatan asing yang sebenarnya tidak memberikan keuntungan signifikan kepada kita.

Kenapa hanya Blok Mahakam saja? bagaimana dengan blok-blok yang lain?

Blok Mahakam adalah salah satu yang strategis dan terbesar di Indonesia. Jika blok Mahakam berhasil kita menangkan maka ia akan jadi miniatur perjuangan untuk mengembalikan aset sumber daya alam yang lain.

Apa langkah terbaru yang akan dilakukan oleh Petisi Mahakam untuk membatalkan kontrak perpanjangan tersebut?

Kami mengajak semua elemen untuk peduli. Kita bisa belajar pada negara Venezuela saat Hugo Chaves mengusir perusahaan Exxon. Ada harga diri kita sebagai bangsa Indonesia yang harus kita jaga. Jangan tertipu dengan iming-iming beasiswa dan kampanye mereka tentang pemberdayaan alam. Karena sebenarnya kita hanya dimanfaatkan. Mereka ingin kita kehilangan fokus untuk memahami duduk masalah Blok Mahakam yaitu eksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan mereka. Kita harus terus memperjuangkan agar semua sumber daya alam kita tidak lagi dikuasai asing.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asingBlok MahakamE&PExxonpertamina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siang Ini, Tokoh dan Ulama Betawi Kumpul Bahas Lurah Susan
Tulisan selanjutnya HTI akan Gelar Aksi Tolak kehadiran Obama di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?