Hidayatullah.com—Busana Muslim saat ini sudah menjadi tren berpakaian masyarakat Indonesia. Fenomena ini tidak bisa lepas dari semakin meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya menggunakan busana Muslim.
Penggunaan jilbab misalnya. Sekarang ini jilbab tidak lagi hanya dipakai para santriwati atau ibu-ibu majelis taklim saja. Penggunaan jilbab sudah merambah ke dunia kerja, dunia pertelevisian, perguruan tinggi, dan lain sebagainya.
Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dalam menggunakan busana Muslim (jilbab dan baju takwa) membawa berkah untuk pedagang-pedagang busana Muslim di Pasar Tasik Thamrin City lantai 5, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mujahid, salah seorang pedagang mengatakan dari hari ke hari penjualan busana Muslim yang ia produksi mengalami peningkatan.
“Kami merasakan ada peningkatan penjualan produk kami,” terang Mujahid, pemilik toko Raja Murah belum lama ini.
Meningkatkan penjualan tentu meningkatkan omzet dan keuntungan. Mujahid mengaku dalam sebulan omzet penjualan produk-produknya mencapai ratusan juta rupiah. Pembeli, kata Mujahid, tidak hanya datang dari daerah Jakarta dan sekitarnya saja, tetapi banyak juga pembeli yang berasal dari luar daerah.
“Harga yang kami tawarkan relatif murah. Untuk satu kodi busana Muslim kami menjual dengan harga satu sampai dua juta rupiah,” kata Mujahid.
Rubiatun, pedagang busana Muslim lainnya merasakan hal yang sama. Dalam sebulan, omzet penjualan produk-produknya bisa mencapai Rp 100 juta. Agar produknya terus diminati pembeli Rubiatun selalu melakukan inovasi desain produk.
Sementara itu, keuntungan yang lebih besar dirasakan Sealfen Hetman, pedagang yang juga mengais rezeki di Pasar Tasik Thamrin City lantai 5. Menurut pengakuannya dalam sebulan ia mampu menjual produk busana Muslim buatannya hingga Rp 500 juta.
Lelaki asal Padang, Sumatera Barat ini juga mengaku kalau mayoritas pembeli berasal dari luar daerah.
“Ya, banyak pembeli dari luar daerah. Biasa kami mengirim dengan ekspedisi,” katanya.
Pasar Tasik Thamrin City lantai 5 ini memang dikenal, baik di Indonesia maupun negara tetangga, sebagai sentra grosiran busana Muslim. Dengan harga murah, pembeli bisa mendapatkan produk-produk berkualitas.
H. Fikri, Ketua Persatuan UKM Thamrin City mengatakan larisnya penjualan busana Muslim di Pasar Tasik Thamrin City lantai 5 ini tidak bisa lepas dari kualitas produk yang ditawarkan para pedagang. Menurutnya, positioning produk UKM Thamrin City Lantai 5 saat ini kian diakui dan diperhitungkan berbagai kalangan di negeri ini. Berbagai produk busana Muslim made in UKM Thamrin City Lantai 5 tak lagi dipandang sebelah mata sebagai produk murahan yang tidak berkualitas, tapi sudah disejajarkan dengan produk branded dan merk ternama.
“Kualitas dan inovasinya tidak kalah dengan produk ber-merk,” ungkap lelaki yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Saat ini, ada sekitar 800 pedagang busana Muslim yang mengais rezeki di Pasar Tasik Thamrin City lantai 5. Pasar ini buka dari pukul empat subuh hingga sore hari.*