Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

MIUMI Pasuruan: Yang Benar Revolusi Syiah, Bukan Revolusi Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Maret 2015 11:01 11:01 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Maret 2015 11:01
Bagikan
Daurah ‘Kaderisasi Ahlus Sunnah’ di Musholla PP. Aqdamul Ulama Pandaan
Bagikan

Hidayatullah.cm–Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) cabang Pasuruan bekerjasama dengan Jam’iyyah Aswaja Pandaan-Pasuruan mengadakan Daurah ‘Kaderisasi Ahlus Sunnah’ di Musholla PP. Aqdamul Ulama Pandaan selama enam pertemuan secara rutin tiap bulan.

Daurah yang diselenggarakan Jum’at malam (13/03/2015) ini dibuka dengan menggelar kajian ilmiah dengan tema “Aqidah Syiah menurut Ahlus Sunnah.”

Kajian ilmiah ini menghadirkan dua narasumber yaitu Ustadz Qusyairi Ismail, Ketua MIUMI cabang Pasuruan (pengajar PP. Sidogiri Pasuruan) dan Ustadz Kholili Hasib (Peneliti InPAS).

Hadir pada acara tersebut para guru aktivis dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak saja dari berbagai daerah di sekitar wilayah Pandaan, namun ada juga dari daerah Lawang-Malang dan Mojokerto.

Dalam paparannya, panitia mengatakan tujuan kaderisasi Aswaja ini memberi pemahaman kepada dai-dai muda, khatib dan para ustadz tentang perbedaan akidah Ahlus Sunnah dengan Syiah.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dalam paparannya, Qusyairi Ismail menyampaikan taka da manfaatnya berdialog dengan Syiah, apalagi berdebat permasalahan fikih atau haditsnya sebab baik fikih maupun hadits Syiah mereka akui tidak sama.

“Tidak aka nada manfaatnya,” ujarnya.

Oleh karenanya, pria kelahiran Bangkalan ini menganjurkan dalam berdialog dengan Syiah agar mempermasalahkan keyakinan Syiah terhadap al-Qur’an yang ada.

Sebab secara ideologis, Syiah meyakini bahwa Al-Qur’an Syiah berbeda dengan Al-Qur’an umat Islam. Hanya masalahnya, Syiah sangat rapi dalam menyembunyikan keyakinan terhadap Al-Qur’an yang ada.

Penulis buku berjudul “Skandal Al-Qur’an Syiah ini juga memaparkan bahwa umat Islam pernah ditipu oleh Syiah setelah istilah Revolusi Iran.

“Khumaeni sebagai tokoh sentral pada waktu itu dikatakan sebagai tokoh Revolusi Islam. Padahal, yang terjadi adalah Revolusi Syiah”, tegasnya.

Revolusi yang sesungguhnya menurutnya adalah revolusinya sahabat Abu Bakar Al-Siddiq. Sebab sepeninggal Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, Abu Bakar melakukan terobosan-terobosan menyiarkan agama Islam.

“Beliau memerintahkan semua Sahabat keluar dari Madinah untuk melaksanakan tugas perang diantaranya, mengutus Usamah bin Zaid ke Syam, Khalid bin Walid memerangi Musailamah al-Kadzdzab dan sisanya mengikuti Umar Ibn al-Khattab berkeliling Madinah.

Sehingga kota Madinah tidak menyisakan satu pun Sahabat laki-laki. Hal ini menimbulkan keengganan para Sahabat untuk meninggalkan kota Madinah, sebab di dalamnya terdapat istri-istri Rasul dan anak-anak kecil. Namun Abu Bakar bersih kukuh agar mereka semua keluar dari Madinah untuk melaksanakan kewajiban.

“Jika para Sahabat enggan keluar Madinah, khawatir umat Islam dibantai, maka Abu Bakar bersih keras agar umat Islam keluar melaksanakan perang demi Islam, “ tambahnya.

Di sinalah letak revolusioner seorang Abu Bakar yang tidakdimiliki orang lain, jika Islam dibantu, maka Allah akan umat Islam.

Sementara Kholili Hasib menjelaskan Syiah termasuk aliran yang diciptakan untuk merusak Islam dari dalam.

“Ilmu dalam Islam adalah melalui periwayatan yang sanadnya bersambung ke Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wassallam melalui para Sahabat sebagai jalur pertama. Jika jalur sahabat dipotong dengan cara merusak menista Sahabat, maka jalur ilmu yang paling pertama itu terputus. Dengan demikian, Syiah akan mudah memasukkan ajaran-ajaran sesatnya dengan,” terangnya.

Kholili menjelaskan, akibat dari itu semua konsep dalam ajaran Islam menjadi rancu. Definisi-definisi ajaran Islam menjadi berbeda seperti tentang konsep hadis dan al-Qur’an.

“Jika menurut Islam hadits adalah ucapan Rasul, maka bagi Syiah ucapan Ahlul Bayt juga merupakan hadits,” lanjutnya.

Menurut wakil sekretaris MIUMI Jatim ini bahwa pangkal kesesatan Syiah bersumber dari konsep Imamah.

Konsep imamah melahirkan pemahaman tentang Al-Qur’an, hadis, dan lain-lain yang berbeda dengan Ahlus Sunnah.

Kajian ini akan dilanjutkan dengan daurah kaderisasi yang dimulai pada bulan April 2015, yang direncanakan digelar secara rutin.*/M. Saad

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAhlus Sunnah Wal Jama’ahDaurahMIUMIsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Suriah Kecam Rezim Bashar Gunakan Gas Beracun Serang Warga Sipil
Tulisan selanjutnya Zionis Ketakutan, Rilis #Askhammas Berbahasa Ibrani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?