Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Warga Myanmar Bicara Tentang Identitas Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 April 2015 13:51 1:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2015 13:51
Bagikan
Pengunjung restoran, mayoritas warga Myanmar, enggan berkomentar soal keadaan negara mereka
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah restoran milik pengusaha Myanmar di kawasan Leboh Pudu, Kuala Lumpur, ramai pengunjung menjelang makan siang.

Rata-rata konsumen adalah warga Myanmar sendiri yang ingin menikmati masakan khas negara itu, antara lain mohinga, sup ikan dengan rasa asam pedas dengan pelengkap bihun.

Sejumlah konsumen menggelengkan kepala ketika dimintai komentar tentang kondisi dalam negeri negara mereka dengan alasan takut. Ditanyakan pula apakah etnik Muslim Rohingya adalah warga negara Myanmar seperti mereka yang beragama Buddha.

“Mereka dulunya pendatang. Oleh karena itu mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan,” kata seorang pengunjung restoran yang tidak mau disebutkan jati dirinya dikutip BBC.

Salah satu restoran Myanmar yang dijadikan tempat berkumpul warga negara itu di Kuala Lumpur. Jawaban yang sama juga dilontarkan oleh seorang pemuka komunitas Myanmar di Malaysia.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

“Rohingya datang dari Bangladesh, bukan warga Myanmar. Sama seperti Thailand selatan dan Malaysia bagian utara, kedua negara berbatasan langsung sehingga warga bebas keluar masuk,” kata Ko San Win yang menjalankan badan amal untuk memberikan layanan pemakaman gratis lintas agama.

Sikap pemerintah

Bagaimanapun, menurut Ko San Win, tidak sepatutnya penduduk mayoritas yang beragama Buddha bermusuhan dengan minoritas Muslim Rohingya.

“Kita tidak boleh saling membunuh, kita harus hidup damai,” ujarnya.

Ko San Win telah berada di Malaysia sejak 2003 dan belum ingin kembali ke Myanmar.

Di Malaysia terdapat 139.200 pengungsi dari Myanmar yang terdaftar di Badan Pengungsi PBB (UNHCR), antara lain terdiri dari etnik Chin yang umumnya beragama Kristen dan Rohingya. Sisanya adalah dari etnik-etnik lain termasuk Bamar, mayoritas di Myanmar.

Apa yang dikatakan oleh beberapa pengunjung restoran dan pemuka masyarakat Myanmar di Malaysia, San Win, merupakan cermin dari pendirian pihak berkuasa Myanmar bahwa Rohingya bukan warga negaranya, melainkan pendatang dari Bangladesh meskipun dari generasi ke generasi Rohingya sudah berada di Myanmar.

BBC Indonesia berusaha meminta keterangan Menteri Luar Negeri Myanmar, Wunna Maung Lwin, di sele-sela KTT ASEAN di Kuiala Lumpur, Ahad (26/04/2015) tetapi ia menolak memberikan wawancara.

Dukungan

Soe Aung mengatakan ia mendukung kampanye agar Rohingya diakui sebagai warga Myanmar.

Soe Aung, aktivis politik Myanmar yang tinggal pengasingan di Thailand, mungkin adalah salah satu dari sebagian warga Myanmar yang mengakui etnik Rohingya.

“Catatan menunjukkan mereka (Rohingya) adalah salah satu kelompok etnik di Myanmar, tetapi kelompok-kelompok Buddha nasionalis ekstrem yang rasis mengklaim Rohingya bukan warga Myanmar,” jelasnya kepada BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur.

“Saya pikir terdapat tangan-tangan tak tampak di belakang layar untuk membuat krisis lebih besar dengan menggambarkan bahwa Rohingya bukan etnik di Myanmar dan tidak boleh dianggap sebagai warga negara,” ungkap Soe Aung yang aktif di organisasi Forum untuk Demokrasi di Burma atau Myanmar.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:budhaMuslim Myanmarmuslim Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Produk Sekularisasi Pendidikan Jadikan Manusia Barbar Modern
Tulisan selanjutnya Pendidikan Yang Benar Harus Lahirkan Orang Yang Baik dan Berakhlak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?