Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pangeran Muqrin Mengundurkan Diri, Muhammad bin Nayif dan Bin Salman Jadi Pangeran Mahkota Saudi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 April 2015 22:40 10:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 April 2015 15:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz hari Rabu (29/4/2015) menetapkan Pangeran Muhammad bin Nayif sebagai pangeran mahkota, setelah Pangeran Muqrin mengajukan pengunduran diri.

“Kami memutuskan untuk menanggapi permintaan yang mulia dan apa yang telah diungkapkannya tentang keinginannya untuk dibebaskan dari posisi pangeran mahkota,” kata Istana Kerajaan Saudi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita Saudi Press Agency.

Keputusan istana menyebutkan Pangeran Muhammad bin Nayif ditunjuk menjadi pangeran mahkota, serta wakil perdana menteri. Pada saat yang sama dia masih menduduki jabatannya sebagai menteri dalam negeri dan kepala dewan politik dan keamanan, yang merupakan sebuah lembaga koordinator.

Dalam keputusan yang berbeda, istana menunjuk Pangeran Muhammad bin Salman sebagai putra mahkota kedua, yang akan menggantikan posisi putra mahkota jika berhalangan.

Dilepaskannya Pangeran Muqrin dari daftar pewaris tahta kerajaan menandai akan berakhirnya era kepemimpinan anak-anak dari mendiang Raja Abdulaziz dan mulai bergeser ke generasi cucunya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Raja Salman bin Abdulaziz yang berkuasa saat ini adalah saudara laki-laki mendiang Raja Abdullah dari ibu yang berbeda. Sementara Pangeran Muqrin (69 tahun), yang diangkat sebagai pangeran mahkota kedua menjelang kematian Raja Abdullah, merupakan putra terakhir dari Raja Abdulaziz (dikenal dengan sebutan Ibnu Saud) pemimpin Kerajaan Arab Saudi pertama dan negara Saudi ketiga.

Pangeran Muhammad bin Nayif adalah keponakan Raja Salman. Dia dikenal luas sebagai penumpas gerakan Al-Qaidah di Arab Saudi sepuluh tahun lalu.

Pangeran Muhammad bin Salman adalah putra Raja Salman yang saat ini masih berusia 30-an tahun.

Setelah penunjukannya sebagai pangeran mahkota kedua atau wakil pangeran mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman tetap akan menjalankan tugasnya sebagai menteri pertahanan dan kepala dewan ekonomi dan pembangunan.

Selain perubahan di atas, Raja Salman menunjuk Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat Adel Al-Jubair sebagai menteri luar negeri.

Al-Jubair menggantikan Pangeran Saud Al-Faisal yang “meminta dibebaskan dari tugasnya karena alasan kesehatan,” lapor Saudi Press Agency.

Pangeran Saud menjabat menteri luar negeri sejak tahun 1975, sehingga menjadikannya sebagai menteri luar negeri terlama di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertama di Dunia, Maskapai Saudia Menyediakan Petunjuk dalam Huruf Braille
Tulisan selanjutnya Intel Jerman Bantu Intel Amerika Serikat Mematai Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?