Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Filipina berterima kasih kepada Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2015 09:09 9:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2015 09:09
Bagikan
Terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Filipina Benigno Aquino hari ini menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang telah menangguhkan eksekusi mati kepada warganya Mary Jane Velose.  Aquino juga memuji Presiden Joko Widodo atas aksi cepatnya (menanggapi permohonan Filipina).

Aquino mengaku kepada wartawan bahwa dia telah mengirimkan sebuah surat tengah malam kemarin yang mengakibatkan lahirnya keputusan pada menit-menit terakhir oleh Presiden Indonesia untuk tidak mengeksekusi Mary Jane Veloso.

Hanya beberapa jam sebelum Mary Jane dibariskan untuk menjalani hukuman mati bersama dengan para warga asing terpidana kasus norkoba lainnya di Indonesia, Aquino meminta Mary Jane dihindarkan dari eksekusi mati agar bisa menjadi saksi untuk melawan sindikat narkotika yang diduga telah menipu Mary Jane untuk dikorbankan.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kecepatan tanggapan terhadap proposal ini,” kata dia dikutip Antara.

“Ini adalah gagasan yang muncul kira-kira sebelum siang yang telah kami komunikasikan kepada menteri luar negeri (Indonesia) dan sejak saat itu kami mengomunikasikannya, soal ini dikirimkan langsung kepada Presiden Widodo dan mereka (pihak Indonesia) harus mendiskusikan hal ini sampai jam-jam terakhir (menjelang eksekusi),” kata dia kepada wartawan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mary Jane (30) bersikukuh bahwa sebuah geng penyelundup manusia dan narkotika internasional telah menipunya untuk membawa 2,6 kg heroin ke Indonesia dari Malaysia lima tahun lalu.

Dia sempat menghabiskan waktu 11 jam sebelum masa eksekusi  dan kemudian tidak jadi, setelah orang yang disangka meminta dia membawa narkotika dengan tak terduga menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Filipina, Selasa lalu.

Aquino mengatakan dia mengakui bahwa betapa besar perkara ini di mana pemerintahan Presiden Joko Widodo mendapat reaksi buruk.  Oleh karena itu, dia memuji upaya pemerintah Indonesia itu.

Menteri Kehakiman Filipina kini sedang berunding dengan Jaksa Agung Indonesia untuk membicarakan prosedur investigasi terhadap sindikat pengedar narkotika itu.

Namun Aquino mengingatkan bahwa 14 warga Filipina ditangkap setiap tahun atas dugaan pengedar narkoba di luar negeri.  Untuk itu dia menggarisbawahi soal tersebut membutuhkan aksi yang lebih jauh lagi.

Situasi Mary Jane telah mendapatkan perhatian luas di dalam negeri Filipina, demikian AFP.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukuman mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sikap Bijak Situs Islam dan “Radikalisme” Moral
Tulisan selanjutnya Ilmu Harus Antarkan Muslim Menuju Keyakinan, Bukan Lahirkan Keraguan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?