Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Ilmu Harus Antarkan Muslim Menuju Keyakinan, Bukan Lahirkan Keraguan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2015 09:15 9:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2015 09:15
Bagikan
Dr Nirwan Syafrin
Bagikan

Hidayatullah.com–Wakil Rektor IV Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Nirwan Syafrin mengatakan konsep kebaikan dan kemuliaan sebuah umat berpulang kepada yang digariskan oleh agama Islam.

Seharusnya seorang Muslim tidak boleh tertipu dengan ilusi-ilusi dan asumsi yang berkembang di luar pandangan syariat. Dengan, ilmu (Syariat) umat Islam bisa mengenali suatu kebenaran yang mengantar kepada keyakinan.

Pernyataan ini diungkap oleh Dr Nirwan Syafrin merespon segelintir tokoh Muslim yang terkesan masih membela Syiah.

“Ilmu itu berujung kepada keyakinan dan bukan sebaliknya, mengantar kepada keragu-raguan,” ungkap Nirwan.

“Tidak ada netralitas dalam sebuah kebenaran, tambah pria lulusan International Institute of Islamic Thought and Civilization–International Islamic University (ISTAC-IIU) Malaysia ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Di hadapan puluhan mahasiswa Ma’had Ulil Albab, UIKA Bogor, Nirwan juga menjelaskan ciri para ulama terdahulu ketika berinteraksi dengan ilmu.

Menurut Nirwan dalam persoalan ilmu fikih sekalipun selalu ada pendapat rajih (yang dikuatkan) dan marjuh (dilemahkan) atau al-qaulu ash-shahih (perkataan yang tepat) dan ashahhu al-qaul (pendapat yang paling tepat).

“Lebih-lebih dalam urusan akidah dan keyakinan seorang Muslim,” imbuhnya.

Dalih bersikap objektif hingga tidak mau berpijak pada kebenaran, masih menurut Nirwan, adalah sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Karena objektif terhadap ilmu adalah mengetahui suatu kebenaran, menyampaikan serta memperjuangkan kebenaran tersebut.

“Biasanya pendukung pluralisme dan liberalisme itu bersembunyi di balik kata objektifitas dan netralitas. Biar mereka terkesan seolah ilmiah, toleran serta moderat,” ucap Nirwan mengkritisi.

Terakhir, dosen yang juga peneliti Institute for The Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) ini mengingatkan teladan perjuangan para ulama terdahulu dalam mendakwahkan kebenaran di zamannya.

Tak sedikit di antara mereka yang berujung kepada resiko penderitaan demi keyakinan terhadap agama Islam.  Di antara mereka Ibnu Taimiyah dan Ahmad bin Hanbal.*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kebenaranSyariatsyiahumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Filipina berterima kasih kepada Indonesia
Tulisan selanjutnya Wujudkan Kemandirian Santri dengan “Jihad Pangan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?