Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Adakah Balasan Kebaikan Selain Kebaikan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Mei 2015 08:20 8:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Mei 2015 08:25
Bagikan
Balaslah keburukan dengan kebaikan sebisa kita, atau paling tidak satu derajat di bawahnya, sabar dan memaafkan
Bagikan

Oleh: Imam Ghazali

هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

“Adakah balasan kebaikan selain kebaikan?” (QS. Ar Rahaman: 60)

AYAT ini, meskipun kalimatnya berbentuk sebuah kalimat tanya, namun bermakna memastikan tentang satu hal, balasan yang setimpal. Sama dengan ketika kita menggunakan kalimat, “Bukankah saya sudah mengatakannya kepadamu?” yang berarti, “Saya pastikan saya sudah mengatakannya kepadamu.”

Makna ini pun diperkuat dengan ayat padanan lain yang berbunyi;

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan balasan keburukan adalah keburukan yang sama, barang siapa yang memaafkan dan berislah (memperbaiki) maka pahalanya kepada Allah.” (QS: Asy Syura: 40)

Maksudnya, keburukan yang menimpa seseorang pasti akan dibalaskan dan dia pun, jika mau memaafkan, akan mendapat pahala memaafkan tersebut dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Dari kedua ayat di atas, kita menemukan sebuah kesimpulan bahwa keyakinan kita akan “al jaza’” (balasan) adalah sebuah anugerah dari sang Pencipta sebagai rahmat yang sangat menenangkan dan menentramkan.

Kenapa? karena “balas-membalas” dalam hal apapun bagi manusia adalah sebuah fitrah.

Secara syari’at, dalam islam ada tiga cara membalas keburukan orang lain kepada kita;

Pertama, membalas dengan tingkatan yang paling rendah, yaitu dengan keburukan yang setimpal, seperti dalam praktek Qishash.

Kedua, diam, sabar dan memaafkan, inilah yang disebutkan dalam ayat di atas dan terjanjikan syurga bagi yang mampu melakukannya.

Ketiga, membalas dengan kebaikan-kebaikan yang kita mampu dan inilah derajat paling tinggi dan paling dicintai Allah Subhanahu Wata’ala.

Sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala. dalam surat Fushilat ayat 34;

“Dan tidaklah sama antara kebaikan dan keburukan. Balaslah dengan yang lebih baik…” (QS. Fushilat: 34)

Macam ketiga ini pulalah yang seringkali kita dapatkan dari Allah Subhanahu Wata’ala atas dosa-dosa yang kita lakukan. Kebaikan-kebaikan dan nikmat yang tidak pernah terputus dariNya seiring dengan kemaksiatan-kemaksiatan kita yang tak putus pula. Derajat seperti ini juga lah yang dimiliki para nabi dan rasul ketika mereka mendapat perbuatan buruk dari kaum mereka sendiri yang membangkang. Derajat yang berat, susah, melarat serta penuh dengan ujian hati dan perasaan namun terjanjikan dengan syurga dan kemuliaan.

Memang, Islam adalah agama yang sangat jeli dalam hitung-menghitung. Matematika yang sangat akurat hingga tak sebiiji zarrah pun kebaikan akan disia-siakan, tak setitik nila pun keburukan terabaikan. Namun, itu semua hanya terjamin jika kita berhitungnya dengan cara dan ke maha-bijaksana-an Allah Subhanahu Wata’ala yang Maha segalanya.

Penulis ingat dengan sebuah tebak-tebakan ‘konyol’ saat bersenda gurau dengan kawan-kawan sejawat tentang seekor monyet yang menjaga pokok apel.

Pertanyaannya, bagaimana cara kita mendapatkan apel tanpa dikejar monyet? Kira-kira jawabannya adalah, “lempar monyet itu dengan batu, maka sang monyet akan melempar kita dengan apelnya.” Begitu kira-kira.

Memang konyol, hanya saja kita bisa melihat pelajaran penting di sana. Bukan, tentu bukan pelajaran menjadi monyet atau melempar monyetnya, tapi pelajaran tentang seni membalas, bahwa bagaimana pun orang lain berbuat buruk kepada kita, kita selalu punya pilihan; pertama, menjadikan keburukan orang lain itu alasan untuk kita susah payah menyibukkan diri mencari ‘batu’ pembalasan yang justru sering kali lebih menyakitkan. Kedua; tenang, damai dan melemparkan ‘apel-apel’ kebaikan di sekitar kita kepadanya lalu mengembalikan semua urusan dia kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Ya, benar sekali! Balaslah keburukan dengan kebaikan sebisa kita, atau paling tidak satu derajat di bawahnya, sabar dan memaafkan.  Sebabnya apa? Sebabnya adalah karena balasan terbaik kebaikan dan keburukan hanyalah dari Allah Subhanahu Wata’ala.*

Penulis Bina Qalam Indonesia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:duniakebaikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaum Ibu yang Intelek adalah Kebutuhan Umat yang Sangat Urgen
Tulisan selanjutnya Saudi Tangkap 100 Ribu WNA, Deportasi 674 WNI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?