Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Semoga Buya Syafi’i Ma’arif bisa Muhasabah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2013 06:09 6:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Oktober 2013 06:09
Bagikan
Prof Dr Ahmad Syafi'i Ma'arif
Bagikan

SETELAH saya membaca tulisan Buya Ahmad Syafi’i Maarif di Resonansi Republika berjudul “AIPAC  dan Krisis Suriah (II)” terbit tanggal 1 Oktober 2013 untuk kali ini saya terkesima sekaligus terkejut betapa berlebihan dan kejamnya beliau mengungkapkan pendapat atau pemikiran dengan kata dan kalimat yang kasar seperti “Buang saja iman itu dan mari kita beramai-ramai untuk saling membunuh sambil menanti azab Allah yang lebih dahsyat”. Na’udzubillahi min dzalik, maksudnya adalah melihat kondisi yang terjadi di Timur Tengah.

Ironisnya lagi beliau sebagai mantan Ketua Umum Muhammadiyah ini juga mencela Arab Saudi yang dinilai sibuk mengekspor ajaran Wahabisme keseluruh penjuru bumi yang menyulut perpecahan di mana-mana, apa iya karena mengikuti paham Wahabi?

Yang saya ketahui di Indonesia alumni dari Arab Saudi khususnya dari Universitas Islam Madinah banyak berkiprah di pemerintahan seperti Dr. Salim Segaf Aljufri, Menteri Sosial RI, Dr. Hidayat Nur Wahid mantan ketua MPR RI, Bachtiar Nasir Lc yang menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Muda Intelektual yang notabene adalah pengurus pusat Muhammadiyah dan masih banyak yang lain.

KH. Ahmad Dahlan sendiri mendirikan Ormas Islam Muhammadiyah pada tahun 1912 merupakan gerakan pembaharuan yang dibawa dari Arab Saudi yang dipelopori oleh Muhammad Abduh, Jamaluddin al-Afgani, Rasyid Rida yang sebelumnya dipengaruhi oleh munculnya aliran pembaharuan.

Bahkan tema sentral gerakan ini adalah ‘kembali pada al-Quran dan Hadits yang mempunyai pengaruh sangat luas.’ Gerakan ini menolak taqlid buta serta menjadikan al-Quran dan Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam dan menentang segala hal yang berbau tahayul, bid’ah dan khurafat atau yang dikenal di Muhammadiyah gerakan TBC.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Terinspirasi dari paham inilah KH. Ahmad Dahlan mempelopori berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharu ajaran Islam di antara misinya adalah memberantas TBC.

Tapi mengapa sekarang Buya Syafi’i berbicara seperti itu apalagi dengan ungkapan bahasa yang sungguh tidak mendidik?

Dengan segala hormat saya mohon Buya Syafi’i untuk melakukan Muhasabah.*

Muhammad Hafri

Kenanga III no. 52 Rt.04 Telanaipura Jambi

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buyaMuhammadiyahSaudiSyafi'i Ma'arifwahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Salman ITB Tetap Fokus pada Kajian Tauhid
Tulisan selanjutnya Menristek Perketat Masuknya Peneliti Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?