Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kepala Keuangan Vatikan Bersedia Jadi Saksi Kasus Pedofilia di Lingkungan Gereja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2015 22:57 10:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2015 22:57
Bagikan
George Pell (kiri) dan Gerald Ridsdale (kanan).
Bagikan

Hidayatullah.com—Kepala Keuangan Vatikan George Pell menawarkan diri untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan kasus pedofilia yang melembaga di lingkungan gereja di Australia.

Kardinal Pell dulu pernah menjabat sebagai Uskup agung Sydney, jabatan paling senior di gereja Katolik Australia.

Pell dituding membungkam seorang korban pedofilia yang dilakukan oleh seorang pendeta cabul dan membantu rohaniwan gereja yang bernama Gerald Ridsdale, pindah ke paroki lain.

Australia sedang menyelidiki bagaimana sekolah-sekolah, gereja-gereja dan pemerintah menanggapi kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak.

Dilansir BBC Rabu (27/5/2015), pekan ini sebuah komisi kerajaan mulai mendengarkan kesaksian-kesaksian dari para korban di Ballarat di negara bagian Victoria, di mana Gerald Ridsdale melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki di berbagai paroki antara tahun 1950-an dan 1970-an.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pell dituding terlibat dalam memindahkan Ridsdale ke negara bagaian lain, dan berusaha menyuap keponakan laki-laki Ridsdale agar tutup mulut atas kejahatan seksual yang dilakukan pamannya.

Kamis lalu, komisi merilis sebuah surat dari Pell yang mengatakan bahwa dia sangat “ngeri” dengan kasus di Ballarat.

“Saya merasa sangat sedih sekali melihat bagaimana otoritas gereja gagal dalam menangani kasus kejahatan ini,” kata Pell.

“Saya merasa sangat terpanggil untuk membantu komisi kerajaan dan melakukan apa saja yang saya bisa untuk membantu para korban yang masih ada (termasuk) memberikan bukti secara langsung jika diminta untuk itu.”

Ridsdale, 81, pertama kali dihukum penjara pada tahun 1993 atas kejahatan seksual yang dilakukannya terhadap anak-anak.

Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse dibentuk pada April 2013, menyusul desakan dari anggota parlemen di tengah-tengah klaim polisi yang mengatakan Gereja Katolik Roma menyembunyikan bukti kejahatan-kejahatan seksual para pendeta pedofil.

Terungkap bahwa para pendeta pedofil justru dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya oleh institusi gereja dan bukannya dilaporkan kepada polisi agar kasusnya diselidiki.

Terdapat pula tuduhan yang menyebutkan bahwa orang-orang dewasa (di lingkungan gereja) gagal mencegah kejahatan seksual terhadap anak-anak itu agar tidak berlangsung lebih lanjut.

Sebuah laporan hasil konsultasi yang dirilis Januari lalu memperkirakan bahwa sedikitnya 65.000 orang menjadi korban pendeta pedofil dan berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Texas Diterjang Banjir Presiden Obama Umumkan Keadaan Darurat
Tulisan selanjutnya Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Maiduguri Nigeria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?