Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Spesialis Mata dalam Budaya Islam [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juni 2015 08:49 8:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juni 2015 09:00
Bagikan
Uraian medis kerja mata dari abad ke-9 karya Hunayn ibn Ishaq
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Dr Ibrahim Shaikh

Ammar bin Ali Al-Mosuli

AMMAR berasal dari Mosul, Iraq, mulai terkenal sekitar tahun 1010. Beliau menulis sebuah buku berjudul Kitab al-Muntakhab fi ‘Ilaj Al-‘ayn (Buku Tentang Macam-Macam Pengobatan Penyakit Mata) dan biasanya membuka praktek di Mesir. Bukunya berisi tentang anatomi, patologi, dan mendeskripsikan enam kasus operasi katarak dalam sejarah bahkan sebuah kasus mengenai optik neuritis. Ammar mendiskusikan tentang 48 penyakit mata dalam sebuah tulisan pendek yang hanya terdiri atas 1500 kata. Manuskrip ini dapat ditemukan di Perpustakaan Escorial dekat Madrid, Spanyol dengan label nomor 894.  Meskipun lebih pendek dari buku Bin Isa, bukunya mengandung lebih banyak tulisan serta observasi orisinil.

Sampai Abad ke-20, tulisan Ammar hanya tersedia dalam bahasa Arab dan bahasa Ibrani yang terjemahannya dikerjakan oleh seorang Yahudi bernama Nathan pada abad-ke13. Buku itu kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman oleh Profesor Julius Hirschberg pada 1905. Ammar Bin Ali Al-Mosuli adalah seorang penemu operasi katarak dengan metode suction, menggunakan sebuah jarum berongga yang dimasukkan melalui limbus (dimana kornea bertemu dengan conjunctiva). Ini adalah metode operasi paling canggih pada masa itu, dan sampai hari ini metode tersebut masih menjadi salah satu opsi prosedur operasi katarak. Metode operasi yang umum dikerjakan saat itu adalah ‘couching’, atau mengganti lensa mata dengan kasar, ada sejak zaman Babylonia, namun metode ini jelas berefek dan beresiko tinggi.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Mata_islam2a

Zarrindast (Tangan Emas)

Abu Ruh Muhammad Ibnu Mansur Bin Abdullah, atau dikenal juga dengan Al-Jurjani, seorang dokter bedah handal dari Persia yang terkenal sekitar tahun 1088 masehi, menulis sebuah buku berjudul Nur-ul ‘Uyun (Cahaya Mata). Buku tersebut yang sebagian besar tulisan aslinya dan bukannnya kutipan, ditulis selama masa kepemimpinan Sultan Malikshah dan terdiri atas 10 bab. Dalam tujuh bab, dirinya menjelaskan sekitar 30 metode operasi mata, dan tiga diantaranya adalah prosedur operasi katarak. Beliau juga membahas anatomi dan fisiologi mata dan penyakit-penyakitnya. Salah satu bab dikhususkan untuk jenis-jenis penyakit mata yang jelas terlihat seperti katarak, trachoma, kelopak, serta penyakit di kornea dan sclera (bagian putih mata).

Bab lainnya menjelaskan penyakit-penyakit yang lebih tersembunyi, contohnya seperti kelumpuhan saraf ketiga, kelainan darah, keracunan, dsb. Buku tersebut juga menyebutkan penyakit-penyakit yang dapat dan tidak dapat disembuhkan, dan cara perawatannya. Satu bagian besar dalam buku tersebut membahas operasi mata, serta satu bagian lainnya memberikan obat-obat yang disarankan oleh ahli mata tersebut.

Nama lainnya yang disebutkan Hirschberg dalam kuliahnya adalah Abu Muttarif dari Sevilla, Spanyol yang terkenal di abad ke-11. Selain seorang ahli mata, Abu Mutarrif juga seorang Wazir atau Menteri. Sayangnya, seluruh tulisannya telah hilang.

Al-Ghafiqi

Muhammad Ibn Qassoum Ibn Aslam Al-Ghafiqi, atau cukup dikenal sebagai Al-Ghafiqi, juga berasal dari Spanyol. Beliau menulis buku di abad ke-12 berjudul Al-Murshid fi’ ‘l-Kuhl (Petunjuk Tentang Ophthalmology). Bukunya tidak hanya terbatas pada mata, namun juga memberikan detil mengenai kepala dan penyakit pada otak. Al-Ghafiqi menggunakan risalat Ammar sebagai referensi bukunya. Kini, mereka yang mengunjungi Kordoba dapat melihat patung Muhammad Al-Ghafiqi, sebuah penghormatan dari penduduk Kordoba untuk seorang ahli mata Muslim yang luar biasa. Patung yang sama, namun menggunakan turban, dapat dilihat di sebuah taman di dalam sebuah rumah sakit umum di Kordoba, Spanyol. Patung tersebut dipasang pada 1965 untuk memperingati 800 tahun meninggalnya Al-Ghafiqi.* (bersambung)

Dr Ibrahim Shaikh seorang praktisi medis. Anggota Manchester Medical Society, Manchester, Inggris. Artikel dimuat di laman www.muslimheritage.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islammataMuslimperadabanperadaban Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pengeras suara masjid Wapres Jusuf Kalla akan Perbaiki 250 Ribu Sound System Masjid di Indonesia
Tulisan selanjutnya Peringatan 5 Tahun Tragedi Mavi Marmara Ditandai Pawai Bebaskan Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?