Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Iran: ”Kami Akan Mendukung Assad Sampai Titik Akhir”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2015 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2015 10:25
Bagikan
Presiden Iran, Hassan Rouhani yang makin tegas memberi dukungan rezim Bashar al Assaad
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Iran berjanji Iran telah berjanji untuk membela rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad “sampai titik akhir”, untuk menunjukkan dukungan dalam menghadapi kemunduran yang signifikan di medan perang.

Tentara Suriah menghadapi tekanan kuat dalam menghadapi para milisi-milisi pejuang pembebasan dalam perang selama empat tahun terakhir.

Akibatnya, kini rezim Assad sangat bergantung pada dukungan Iran untuk mengisi kesenjangan keuangan dan tenaga kerja akibat kehilangan sebagai kehilangan wilayah dan dukungan.

“Iran akan tetap berada di sisi Suriah dan pemerintahnya sampai akhir perjuangan,” demikian disampaikan Presiden Iran, Hassan Rouhani sebagaimana dikutip media Iran, IRNA belum lama ini.

“Teheran tidak akan melupakan kewajiban moral kepada Suriah dan akan terus memberi bantuan dan dukungannya tanpa batas kepada pemerintah dan bangsa Suriah,” ucap Rouhani dalam pidatonya hari Selasa dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Suriah Mohammad al-Lahham di Teheran. Dia mengatakan Teheran tidak melupakan nya “kewajiban moral” untuk membantu rezim Suriah, demikian ujar Rouhani dilansir Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dikutip media Iran, IRIB News, hari Senin (01/06/2015) Ali Larijani, Ketua Parlemen Iran dan Mohammad Al-Laham, memimpin delegasi parlemen dua negara dalam perundingan. Ketua Parlemen Suriah bersama rombongan tiba pekan ini di Tehran.

Selain bertemu dengan Ketua Parlemen Iran, rencanaya Mohammad Al Laham juga dijadwalkan akan menemui beberapa petinggi Iran lainnya.

Kunjungan al-Laham adalah kunjungan terbaru dalam serangkaian kunjungan tingkat tinggi antara Damaskus dan Teheran, mencerminkan koordinasi yang erat adanya tekanan kuat pada Assad.

Pernyataan Rouhani datang sehari setelah Qassem Soleimani, Komandan Pasukan elit Quds-Iran, berjanji bila masyarakat internasional akan “terkejut” oleh perkembangan wilayah Suriah dalam beberapa hari mendatang. Soleimani baru-baru ini melakukan tur wilayah utara Latakia, jantung pesisir sekte Syiah Alawi.

Kekuatan Syiah Iran telah didukung Bashar al Assad dan ayahnya sejak jauh sebelum pemberontakan pada tahun 2011, yang belangan berkembang menjadi perang panjang setelah pasukan pemerintah rezim membantai rakyatnya sendiri akibat menginginkan perubahan.

Ayah Bashar, Haffez al-Assad berpihak kepada Iran dalam “Perang Iran Iraq” (1980-1988).
Mohsen Rafiqdust, mantan menteri Pasdaran (Korps Pengawal Revolusi Iran) di era perang melawan Saddam Hussein, kepada Fars News pernah mengungkapkan alsan dukungan Iran kepada pemerintah Suriah.

Menurutnya, Suriah termasuk di antara segelintir negara yang berada di samping Iran dan memberikan bantuan terbanyak dari sektor militer di era Hafez Assad (Ayah Bashar al-Assad).

“Ketika Iran saat itu memiliki sedikit pengalaman, Suriah memberikan bantuan pelatihan satuan rudal dan roket Pasdaran dan juga memberikan bantuan persenjataan, pada era Perang Pertahanan Suci melawan rezim Saddam,” katanya.

Phillip Smyth, seorang peneliti di University of Maryland yang juga dikenal ahli Syiah mengatakan, sekitar 10.000 orang Iraq, antara lima dan tujuh ribu adalah petempur Syiah Hizbullah-Libanon sudah berada di Suriah sejak pertama kali dimulainya konflik.

Iran juga menawarkan ribuan dolar untuk tentara bayaran Syiah asal Afghanistan dan Pakistan untuk bisa bergabung melawan milisi pejuang pembebasan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al asaadHassan RouhaniHizbullahiransuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 11 Ciri Orang Bahagia Menurut Rasulullah [2]
Tulisan selanjutnya 11 Ciri Orang Bahagia Menurut Rasulullah [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?