Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Muslimat Hidayatullah Gelar Seminar Internasional Bahas Peran Wanita Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juni 2015 18:12 6:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2015 17:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menggelar acara seminar internasional membahas konstruksi peradaban Islam dan peran Muslimat dalam kancah global, kemarin.

Seminar internasional berlangsung di Hotel Grand Menteng Matraman, Jakarta, Ahas (07/06/2015) ini dihadiri ratusan peserta perwakilan organisasi Muslimat nasional dan menghadirkan pembicara.

Pembicara yang hadir Ketua Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Dr Norsaleha Mohd Salleh dari Malaysia, mantan petinggi Persatuan Guru Melayu-Singapura Dr Bibi Jan Mohd Ayyub, Ketua MPP PP Mushida Dra Sabriati Aziz, wartawan wanita Muslim Santi W. Soekanto dan Ketua PP Hidayatullah Dr Abdul Mannan.

Ketua PP Hidayatullah Dr Abdul Mannan, mengatakan peradaban Islam dalam definisi Hidayatullah adalah ejawantah ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan.

Mengutip pernyataan pemikir Prof. Dr. Ali Juma’h Muhammad dalam risalahnya, Al-Madkhal ila Dirasah al-Madzahib al-Fiqhiyah, Abdul Mannan menegaskan bahwa peradaban Islam sejatinya tidaklah mati. Hanya sedang tertidur saja. Sesuatu yang tidur, ujar dia, pasti akan bangun kembali.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Pada titik ini, jelas Abdul, peradaban Islam tetap menunjukkan optimisme yang dapat tersemai yang kelak menaungi kehidupan dengan keberkahan, kedamaian, dan kesejateraan. Namun ia menegaskan kebangkitan peradaban Islam tidaklah sederhana dan butuh waktu yang lama.

Kata Abdul, kaum Muslimat memiliki peran yang teramat penting dalam proses rekonstruksi peradaban Islam yang berkemajuan ini. Karenanya, dia mendorong para ibu dan wanita Muslim turut berperan aktif dalam upaya penegakan peradaban Islam dengan terus membangun tradisi ilmu, budaya intelektual, dan peran-peran kerumahtanggaan.

Ilmu dan amal adalah kunci kepada tegaknya peradaban Islam. Adapun manhaj (konsep) untuk membangun peradaban, jelas Abdul, adalah kembali kepada Al-Quran.

“Dan surah Al-Fatihah sebagai ‘grand design’ untuk membangun peradaban,” tukasnya.

Sementara itu, Sekjen PP Mushida Amalia Husnah Bahar dalam sambutannya mengutarakan pentingnya persatuan umat. Amalia menegaskan, egosentrisme gerakan Islam harus dinegasikan dalam rangka terwujudunya peradaban Islam. Nikmati perbedaan hindari perpecahan

“Untuk itu kita perlu jadi seperti syajaratun thoyibah, pohon baik yang akarnya menghujam kuat ke petala bumi, dan buahnya dipetik setiap saat. Yaitu wanita yang melahirkan generasi pewaris yang mampu menggoncang dunia,” imbuh Amalia Husnah.

Sementara pembicara dari Malaysia, Dr Norsaleha Mohd Salleh, membeberkan sejumlah tantangan dan permasalahan Muslimat dewasa ini. Terutama peran jejaring media yang saat ini, menurut dia, turut memberi andil yang sangat besar terhadap mencuatnya gejala-gejala sosial seperti permisifisme.
“Kebathilan yang selalu dipersepi oleh media sebagai sesuatu yang benar, setiap saat, maka ia pelan-pelan akan dianggap sebagai kebenaran,” cakap Norsaleha.

Norsaleha menganjurkan Muslimat untuk terus melakukan kiprah-kiprah global kendati skalanya lokal.

Senada dengan itu, pembicara dari Singapura Dr Bibi Jan Mohd Ayyub, menekankan pentingnya keluarga sebagai komunitas terkecil dalam sebuah bangsa dalam membangun peradaban Islam.
Bibi Jan yang juga member di National Council of Problem Gambling mengutarakan bahwa sekolah sejatinya tidak menjamin anak-anak memiliki iman yang kuat.

“Antara faktor-faktor yang perlu diterapkan dalam membina keluarga yang baik adalah menerapkan 5 K, yaitu kepahaman Islam yang asas, kepimpinan yang baik, kesehatan, keuangan dan kepedulian serta 3 P yaitu pendidikan, pengurusan dan psikologi,” imbuhnya.

Seminar Internasional Muslimat Hidayatullah ini terselenggara atas dukungan beberapa pihak diantaranya Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Komunitas Pecinta Keluarga (KIPIK) Aliasni Cinta Keluarga (AILA) dan Badan Musyawarah Organisasi Wanita Islam Indonesia (BMOIWI). *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bangsaKeluargaMushida. komunitasMuslimah Hidayatullahperadaban Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Berharap Fatwa Hasil Ijtima Bersifat Mencerahkan Umat
Tulisan selanjutnya Tiap Keluarga Syuhada Gaza Dapat Santunan 5000 Dolar Awal Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?