Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekjen PBB Tidak Memasukkan Zionis Israel dalam Daftar Pelanggar HAM Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Juni 2015 20:31 8:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2015 20:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memasukkan Israel dalam List of Shame, daftar negara-negara dan kelompok bersenjata pelanggar hak-hak anak selama konflik, meskipun ada kecaman keras atas kematian lebih dari 500 anak ketika dalam serangan terakhir Zionis ke Jalur Gaza.

Kelompok-kelompok peduli HAM menyeru Sekjen PBB Ban Ki-moon agar memasukkan Zionis Israel ke dalam daftar pelaku pelanggaran hak anak yang dirilis hari Senin (8/6/2015) tersebut.

Ban memutuskan bahwa daftar yang dibuat tahun lalu tidak akan diubah, meskipun dia mengatakan bahwa dirinya “sangat khawatir” dengan “pelanggaran besar yang diderita oleh anak-anak sebagai hasil operasi militer Israel ke Jalur Gaza tahun 2014”, lapor Aljazeera Selasa (9/6/2015).

Sedikitnya 561 anak (557 anak Palestina, 4 Israel) terbunuh dan 4.272 (4.249 Palestina, 22 Israel) dalam serangan militer Zionis ke Gaza dan serangan balasan pejuang Palestina ke Israel tahun lalu.

Ban dalam pernyataannya justru mengkritik pejuang Palestina, yang disebutnya sebagai “kelompok-kelompok bersenjata”, karena menembakkan roket yang membahayakan bagi anak-anak di Israel dan Gaza.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Utusan khusus PBB untuk masalah anak dan konflik bersenjata Leila Zerrougui, memasukkan tentara Israel dan kelompok Hamas dalam draft daftar pelanggar HAM anak, yang diserahkan kepada sekretaris jenderal PBB. Siapa-siapa yang dicoret atau dimasukkan dalam aftar tersebut keputusan akhirnya ada di tangan Ban Ki-moon sebagai sekjen PBB.

Daftar tersebut kemudian dimasukkan sebagai lampiran dalam laporan tematik tentang anak-anak dan konflik bersenjata, yang disodorkan ke Dewan Keamanan PBB setiap tahun.

Ron Prosor, duta besar Israel untuk PBB, menyambut baik keputusan Ban yang tidak memasukkan nama Israel dalam daftar pelaku pelanggaran HAM anak.

Ban “benar karena tidak mau tunduk terhadap apa yang didiktekan oleh organisasi-organisasi teroris dan negara-negara Arab, dalam keputusannya untuk tidak memasukkan Israel dalam daftar memalukan itu, bersama dengan organisasi-organisasi seperti ISIS Al-Qaidah dan Taliban,” kata Ron Prosor seperti dikutip AFP dan dilansir Aljazeera.

Daftar nama pelaku HAM anak susunan PBB itu antara lain memasukkan Boko Haram, ISIS/ISIL, tentara Suriah, tentara Yaman, tentara Republik Demokratik Kongo dan tentara Sudan Selatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiap Keluarga Syuhada Gaza Dapat Santunan 5000 Dolar Awal Ramadhan
Tulisan selanjutnya Banyaknya Perkara Akibat Lemahnya Filter Terhadap Teknologi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?