Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dilarang Gunakan Etnis Rohingya, Ekstimis Buddha Khawatir Islam Rebut Kekuasaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2015 15:35 3:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2015 15:35
Bagikan
Sebagian ekstremis Buddha di Myanmar, khawatir orang-orang Muslim akan mengambil alih kekuasaan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Myanmar bulan ini melanjutkan proses untuk memberikan kewarganegaraan kepada orang-orang yang sejak lama tidak punya kewarganegaraan.

Proses itu mewajibkan warga Rohingya untuk tidak menggunakan nama yang telah lama mereka gunakan dan harus menyebut diri mereka sebagai orang-orang “Bengali,” yang merujuk pada orang-orang dari Bangladesh.

Di Rakhine, kelompok minoritas Muslim yang disebut Rohingya semakin putus asa sejak kerusuhan etnis mengoyak komunitas itu tiga tahun lalu.

“Kami perlu pekerjaan dan pendidikan. Kami tidak punya uang,” kata Ali, seorang pria Rohingya dikutip Voice of America (VOA).

Aung Minglar adalah satu-satunya permukiman warga Muslim di Sittwe dan pernah dilanda kekerasan tahun 2012. Sebagian besar penduduk di sini menyebut diri mereka Rohingya. Menurut mereka, ancaman kekerasan serta diskriminasi karena dilarang memperoleh kewarganegaraan adalah akar dari berbagai masalah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang bernama Shwe La mengatakan meskipun kekerasan itu telah berhenti, situasinya tetap mengerikan karena warga Rohingya tidak bisa pergi kemanapun karena khawatir akan keselamatan mereka.

“Setelah tiga tahun, meskipun tidak ada aksi-aksi kekerasan, situasi sosial, kesehatan dan ekonomi kami tidak membaik karena kami tidak diperbolehkan keluar dari wilayah kami dengan bebas,” keluhnya.

Agama Islam juga telah menjadi isu panas di Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha. Ada pihak-pihak yang membentuk opini publik untuk menentang Muslim.

Aye Lwin adalah seorang Muslim aktivis lintas agama di Yangon yang bukan orang Rohingya. Ia mengatakan, “Yang terjadi akhir-akhir ini adalah agama dipolitisir oleh orang-orang yang punya kepentingan tertentu.”

Sebagian pemimpin ekstremis Buddha, baik di dalam Rakhine maupun di wilayah lain di Myanmar, khawatir orang-orang Muslim akan mengambil alih kekuasaan di sana.

Kekahawatiran itu dirasakan oleh warga negara bagian Rakhine, seperti Mya Sein yang tinggal di kota Sittwe.

“Kami khawatir akan pengaruh orang-orang Bengali di wilayah ini. Itulah sebabnya kami khawatir dengan masuknya orang-orang Bengali kesini,” tutur Mya Sein.

Gubernur negara bagian Rakhine Maung Maung Ohn mengatakan agama tidak ada kaitannya dengan isu kewarganegaraan bagi warga Rohingya, yang disebutnya sebagai orang-orang Bengali.

“Sebagian orang masih menolak untuk menggunakan istilah Bengali dan ikut dalam proses itu. Jadi masalahnya, apakah mereka menginginkan kewarganegaraan Myanmar atau etnisitas Rohingya?,” kata Gubernur.

Sebagian besar warga Rohingya yang berbicara kepada VOA mengatakan tidak akan pernah mau mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Bengali, sehingga mereka tidak berhak mengikuti proses kewarganegaraan itu.

“Rohingya, Rohingya,” kata kerumunan massa di sana.

Karena warga Rohingya dan pemerintah sama-sama berkeras dengan pandangan masing-masing, kebuntuan yang memecah komunitas masyarakat di negara bagian Rakhine ini agaknya masih akan terus berlanjut.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buddhaetnis RohingyaLarang gunaan mama Etnis RohingyamyanmarPemerintah Myanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sambut Ramadhan, Bumi Tahfidz Gunung Binjai Wisuda Penghafal Quran
Tulisan selanjutnya Menggagas Pendidikan Islam Go Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?