Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inginkan Syariat Islam, Libya Sudah Dituduh Konservatif

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 16 November 2013 06:22 6:22 am
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 16 November 2013 06:22
Bagikan
Libya pasca Qadhafy. Akankah keinginan syariat Islam dibiarkan Barat?
Bagikan

Hidayatullah.com–Libya berusaha merevisi undang-undang yang ada untuk membuatnya lebih sesuai dengan hukum atau Syariat Islam, demikian isi sebuah dokumen dari Kementerian Kehakiman.

Teks dokumen itu mengumumkan pembentukan sebuah “komite yang bertugas merevisi Undang-undang yang berlaku saat ini dan mengajukan usulan perubahan atau amandemen yang akan membuat aturan dasar di negara itu tidak bertentangan dengan hukum Islam“.

Dokumen itu menyebut bahwa sebuah komite kuat berisi 16 orang akan dicalonkan oleh Mahkamah Agung dan seorang Mufti atau ahli syariat Islam.

Komite yang akan dipimpin oleh seorang hakim itu, juga akan diisi para profesor dari berbagai universitas Islam, demikian isi dokumen.

Amandemen Undang-undang oleh komite itu akan dipresentasikan di hadapan pimpinan puncak legislatif di Kongres Umum Nasional untuk diadopsi menjadi sebuah undang-undang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media Barat menyebut rencana Kementerian Kehakiman itu kelihatannya bertujuan untuk memuaskan tuntutan kelompok ekstrim dan konservatif.

Dikutip DW.WD, Selasa lalu, Ansar al-Sharia, kelompok jihad terkenal Libya, mengatakan hanya hukum Islam yang bisa memperkuat keamanan di negara yang kini semakin kacau, tanpa penegakan hukum tersebut.

Kelompok bersenjata berat tersebut termasuk bagian dari para pemberontak yang berbasis di Benghazi, tempat lahirnya pemberontakan pada tahun 2011.

Hukum Syariat Islam hanyalah salah satu dari sejumlah isu kunci – selain masalah hak perempuan dan kelompok minoritas – yang harus dibahas dalam konstitusi Libya di masa depan.

Kelompok Islam mempunyai akar kuat di Libya, dan para analis percaya bahwa konstitusi baru itu akan sangat kental warna Syariah dan jelas ditujukan untuk memuaskan kelompok garis keras.

Seperti diketahui, Ansar al -Sharia telah disalahkan atas serangkaian aksi mematikan di Benghazi , termasuk serangan pada September 2012 di konsulat AS yang menewaskan Duta Besar AS Chris Stevens dan tiga orang Amerika lainnya. Kelompok ini telah membantah terlibat dalam insiden itu.  

Minyak Terbesar

Seperti diketahui, Libya dikenal sebagai Negara yang sangat besar memiliki kandungan minyak, sekitar 46,4 milyar barel.  Tentu sangat menggiurkan bagi Eropa dan AS untuk menguasainya.

Produksi minyak Libya sebelum revolusi mencapai 1,7 juta barel setiap hari.

Produksi ini menyuplai 6 % kebutuhan minyak dunia. Dengan kapasitas produksi ini Libya menempati urutan ke 9 negara produsen minyak dunia dan urutan kelima di dunia Arab setelah Arab Saudi, Iran, Iraq, dan Bahrain.

Karena itu, serangan Negara-negara Barat ke Libya tahun 2011 dinilai asebagai usaha Barat melemahkan kekuatan Islam dan menguasai minyak.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamLibyaminyakQaDAFY
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Sukses Rayakan Asyuro, Jalaluddin Rakhmat akan Lapor Komnas HAM Hari Senin
Tulisan selanjutnya Abu Jibriel: Disayangkan, Seharusnya Militer Larang Ritual Asyuro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?