Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Abu Jibriel: Disayangkan, Seharusnya Militer Larang Ritual Asyuro

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 November 2013 06:34 6:34 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 November 2013 06:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Wakil Amir Majelis Mujahidin (MM) Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman menyayangkan sikap militer yang mendukung perayaan Asyuro Syiah Nasional 1435 Hijriyah di Balai Samudera, Jakarta Utara. Menurutnya, ritual tersebut tidak dikenal dalam Islam, juga sebagai penghinaan terhadap Allah, Rasulullah dan para sahabat serta kerabat beliau.

“Maka umat Islam, siapapun dia, rakyat biasa, para intelektual Muslim, para aparat negara, tentara, polisi, apapun namanya yang kalau dia Islam, wajib melarang ajaran sesat seperti (Syiah) ini,” seru Abu Jibril dalam orasinya di depan kompleks Balai Samudera, Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, DKI Jakarta, Kamis, 10 Muharram 1435 H (14/11/2013).

Jibril mengatakan, tujuan aksi damai itu adalah ingin mengajak pihak militer agar bersama-sama membubarkan ritual sesat tersebut.

Menurutnya, perayaan Asyuro adalah bentuk ratapan terhadap mendiang Husain bin Ali bin Abi Thalib. Padahal, kata dia, Islam telah jelas melarang umatnya meratapi orang yang sudah meninggal dunia.

“Apabila seseorang ayahnya meninggal, kemudian dia meratap sambil memukul pipinya, sampai merobek pakaiannya, itu namanya meratap, itu hukumnya haram. Apalagi kalau melukai badan karena meratap kepada Husain,” jelasnya dari atas mobil komando yang dikerumuni  300-an massa dari sejumlah ormas Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Jibril mengungkap, kaum Syiah telah membelokkan sejarah kematian Husain, cucu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam sejarah yang benar, ujarnya, sesungguhnya Husain dibunuh oleh orang Syiah sendiri dalam suatu perjalanannya menuju Iraq.

Kemudian, lanjutnya, dengan liciknya orang Syiah membawa mayat Husain dan mengklaim pihak Mu’awiyah sebagai pembunuhnya.

“Ini adalah pembohongan. Oleh karena itu, atas nama kebohongan, atas nama Islam, hari ini (kemarin. Red) mereka menyatakan belasungkawa atas nama Islam yaitu berkabung karena kematian Husain,” imbuhnya.

Olehnya, Jibril mengatakan, sepatutnya ritual Asyuro kemarin tidak mendapat ijin dari pemerintah khususnya kepolisian.

“Karena itu supaya pemerintah Indonesia tidak dibohongi oleh orang Syiah, Kapolri tidak dibohongi oleh orang Syiah, Kapolda tidak dibohongi oleh orang Syiah, Kapolres dan Kapolsek tidak dibohongi oleh orang Syiah, maka (seharusnya) acara ini wajib dibubarkan oleh aparat keamanan,” tegasnya.

Waspada Suriah Jilid

Menurut Abu Jibriel, tatkala ritual tersebut tetap berlangsung,  maka apalagi yang akan dilakukan kaum Syiah di Indonesia ini ke depannya.

Dia mensinyalir, jika kelak Syiah telah berkuasa di negeri ini, apakah di kursi legislatif maupun pemerintahan, akan timbul kejahatan seperti yang telah terjadi di Suriah saat ini.

“Karena seluruh kaum Muslimin di manapun di muka bumi, lebih jelek daripada binatang. Maka halal darahnya, halal kehormatannya, halal hartanya. Ini menurut Syiah. Kalau begitu, kita ini calon-calon yang akan dibunuh oleh orang Syiah,” ujarnya yang tampak disimak oleh sejumlah personel kepolisian pengawal acara.

Baginya, sudah cukup tragedi pembantaian umat Islam oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad menjadi bukti kekejian kaum Syiah.

“Ini bukti yang berlaku di Suriah sekarang. Ketika mereka belum berkuasa, tetapi setelah berkuasa Bashar Asyad, umat Islam yang sudah dibunuh 100.000 orang sudah dibunuh atas nama Syiah,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, peringatan Asyuro Nasional 1435 H di Balai Samudera ditentang keras oleh berbagai komponen umat Islam. Meski begitu, pihak militer menghalangi aksi damai umat Islam yang hendak membubarkan ritual tersebut.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asyuraAsyurosyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inginkan Syariat Islam, Libya Sudah Dituduh Konservatif
Tulisan selanjutnya Rusuh di MK, Hakim Konstitusi Diminta Intropeksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?