Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Hidayatullah Yogyakarta Raih 19 Piala dari POSPEDA Sleman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 November 2013 07:39 7:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 November 2013 07:39
Bagikan
Santri Hidayatullah Yogjakarta mengangkat tropi POSPEDA
Bagikan

Hidayatullah.com–Haris Sunandar tersenyum bahagia. Kalimat tahmid beberapa kali terapal dari mulutnya. Kebahagiaan itu membuncah sesaat setelah santri asal Banyuwangi, Jawa Timur itu mengalahkan lawanya dalam lomba Pencak Silat tingkat Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (POSPEDA) Kabupaten, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 6-7 November.

Santri Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah Yogyakarta yang berbadan tinggi besar ini berhasil meraup poin cukup telak setelah beberapa tinjunya mengenai tepat di dada lawan.

“Alhamdulillah, akhirnya juara satu juga,” tuturnya semringah.

Senada yang dirasakan  Muhammad Rizki. Santri kelas dua Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hidayatullah itu juga melenggang mulus ke tingkat final setelah memukul mundur beberapa lawan dari pesantren lain.

Di tingkat final itu, santri asal Lampung yang baru pertama kali ikut lomba itu bisa menggondol juara satu di cabang Pencak Silat.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Tidak hanya di cabang olah raga bela diri yang diadakan selama dua hari di daerah komplek Bupati Sleman. Para santri pesantren yang terletak di dusun Balong, Donoharjo, Sleman itu juga berhasil memborong sekitar 19 piala dari berbagai cabang olah raga dan seni. Seperti: bola voli, bulu tangkis, tolak peluru, lari, cipta puisi, dan pidato bahasa Inggris. Rata-rata santri merebut juara satu, dua, dan tiga.

Kejuaaran paling seru diraih saat mengikuti lomba bulu tangkis. Maklum, para lawan dari pesantren lain memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap enteng.

Bahkan, salah satu musuh di lini single, Fikri, harus berhadapan dengan lawan dari  Muhammad Boarding School (MBS) yang pernah masuk tingkat profinsi.

Kendati begitu tidak membuat santri asal kota Gudek ini keder. Dia tampil maksimal dengan smash –smash menukik. Dia bahkan bertahan main hingga tiga set.

Namun akhirnya dia harus mengakui kemampuan lawannya yang di atasnya.

“Meski kecil, tapi kemampuan lawan saya tadi luar biasa. Dia pantas jadi juara satu,” ujarnya.

Sedangkan di jalur perseorangan ganda putra yang diwakili Fiqi Setiadi dan Ahmad Fuadi berhasil merebut juara satu.

Untuk merebut peringkat ini, mereka harus menyisihkan lawan dari pesantren lain.

Untung saja, kemampuan dua pebulu tangkis Hidayatullah ini bisa mengalahkan mereka. Dengan tidak mendapat perlawanan cukup sengit, mereka dengan mudah bisa menggondol medali juara satu. Sementara, untuk kompetisi cipta puisi juara satu diraih Aziz. Dia mengangkat tema masalah korupsi. Tema itu sengaja diambilnya sebagai kritik dan ekpresi kebencian pada korupsi yang seperti lingkaran setan yang tak pernah berakhir di negeri ini.

“Semoga bisa menjadi otokritik bangsa ini,” terangnya.

Mengkritisi terorisme, pidato bahasa Inggris (English speech contest) juara ketiga diraih oleh Faza Auliya Rabbi.

Faza mengangkat tema peran pesantren dalam menanggulangi terorisme. Tema ini adalah salah satu dari empat pilihan panitia.

Dalam materi ceramahnya, santri asal Jawa Timur ini melihat terorisme dalam skala global.

Katanya, isu terorisme yang terjadi di dalam negeri tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan efek dari politik global.

“The terrorism issue happened because of the clash of civilization between west and Islam as Samul P Huntington said in his book,” katanya.

Dia merujuk pada tesis ilmuan politik dari Harvard University, Samuel P Huntington dalam bukunya, “The Clash of Civilization and the Remarking of World Order”.

Dalam buku yang pernah menggoncang perpolitikan Barat itu disebut bahwa satu-satunya ancaman peradaban Barat adalah Islam.

Adapaun konflik kapitalis-Barat versus Marxis-Komunis hanya konflik sesaat. Berbeda dengan Islam yang memiliki konsep dan nilai peradaban yang jelas dan mengakar.

Buktinya, pasca tragedi September 2001 runtuhnya World Trade Center (WTC), Amerika Serikat melakukan kebijakan politik luar negeri apa yang disebut ‘war on terrorism.’

Materi pidato Faza bernuansa analisa-kritis dan boleh dibilang cukup berbeda dari mainstream sudut pandang peserta lainnya.

Karena itu, santri yang akrab disapa Faza ini tidak begitu yakin jika masuk tiga besar.

“Alhamdulillah, ternyata bisa masuk tiga besar juga. Nggak nyangka,” ujarnya.

Setelah usai lomba, para santri dan juga supporter yang sengaja dibawa dari Pesantren untuk memeriahkan jalanya lomba pulang bareng naik mobil pick up.

Selama di perjalanan mereka tampak gembira sambil mengangkat tropi mereka.*/kiriman Syaiful Anshor (Yogjakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Daerah Istimewa YogyakartaDIYPekan Olahraga dan Seni Antar Pondok PesantrenPOSPEDASleman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Ikhwan Minta Masuk dalam Pemerintahan Sementara Mesir
Tulisan selanjutnya 200 Anak Diduga Alami Pelecehan Seksual di Panti Asuhan Anglican

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?