Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kebanyakan Penyelundup Migran Meksiko-AS Justru Warga Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juli 2015 13:26 1:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juli 2015 13:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para penyelundup manusia yang memasukkan imigran gelap lewat perbatasan Meksiko-Amerika Serikat ternyata kebanyakan justru orang Amerika sendiri, demikian menurut hasil penyelidikan oleh Pittsburgh Tribune-Review selama 8 bulan yang menelusuri kasus para penyelundup manusia yang dikenal dengan “coyotes”.

Tiga dari setiap lima tersangka penyelundup manusia adalah warganegara Amerika Serikat, menurut analisis koran AS tersebut atas 3.254 kasus penyelundupan manusia selama 2013 dan 2014 di pengadilan-pengadilan federal di wilayah selatan yang terbentang dari Texas, New Mexico, Arizona dan California.

Coyote biasanya pria Amerika berkulit putih keturunan Hispanik, usia 34, dengan pendidikan rendah, tulis Tribune-Review dalam laporan berserinya soal penyelundupan manusia yang mulai diterbitkan hari Sabtu (16/7/2015) yang dilansir Associated Press,. Kebanyakan dari pelaku adalah pengangguran yang melakukan aktivitas ilegal itu demi mendapatkan uang.

Penyelundupan manusia adalah industri yang menggunakan banyak tenaga, yang mana perbandingannya satu coyote bertugas menjadi sopir dan memberi makan atau menjaga tiga orang yang akan diselundupkan ke Amerika Serikat. Demikian menurut temuan Tribune-Review. Warganegara Amerika memegang peran di bagian-bagian penting dalam proses penyelundup manusia itu, khususnya dalam mengakali petugas penjaga perbatasan AS yang beroperasi hingga ratusan mil dari garis perbatasan.

Empat dari setiap lima tersangka penyelundupan didakwa menyelundupkan manusia, atau menjadi mata-mata yang memantau petugas keamanan agar para sopir yang mengangkut imigran gelap bisa menghindari aparat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dari bisnis mengangkut migran gelap melewati pos-pos pemeriksaan di perbatasan, penyelundup bisa mendapatkan uang $840 perkepala.

Sementara penyelundup yang mengantarkan para migran lewat laut ke rumah-rumah penampungan sementara jauh dari petugas keamanan federal mendapatkan $500 lebih rendah perkepala. Sedangkan sopir Meksiko dan Amerika Tengah yang tergabung dalam kawanan tersebut hanya mendapatkan sekitar $155.

Migran gelap harus membayar ribun dolar agar bisa memasuki wilayah Amerika Serikat. Biaya yang harus mereka bayar bertambah jika jalur yang ditempuh semakin berbahaya. Data yang dikaji Tribune-Review menunjukkan agar bisa diselundupkan masuk dari perbatasan Meksiko ke California orang harus membayar $6.800.

Hasil penyelidikan koran itu juga mendapati bahwa petugas perbatasan AS ada yang korup. Kebanyakan adalah pegawai dari pemerintah daerah setempat, bukan pegawai pemerintah federal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Datang Saat Shalat Id Akan Dimulai
Tulisan selanjutnya Tentara Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara Amerika di Siang Bolong

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?