Hidayatullah.com- Fitriadi, 23 tahun, salah seorang saksi yang ikut shalat Ied mencertiakan kejadian awal mula kerusuhan Tolikara yang berujung pembakaran masjid dan kios.
Menurut pria asal Palopo yang sudah dua tahun bekerja bengkel di Tolikara ini menceritakan, s aat kejadian, dia berada di lokasi.
Kala itu s halat belum dimulai, Takbir sudah berkumandang, saat shalat ied hendak dilangsungkan di lapangan K oramil Tolikara.
“Sekitar 60an jamaah sudah berkumpul, saat shalat hendak dimulai, saat itu, sekitar 50 an orang papua datang untuk membubarkan pelaksanaan shalat Ied,” ujarnya.
Karena panik, warga M uslim spontan lansung bubar, puluhan aparat sempat berusaha mengahalau, dan bahkan mengeluarkan tembakan peringatan.
Tapi massa perusuh itu terus memaksa dengan melemparkan batu ke arah Masjid Baitul Muttaqien yang berjarak sekitar 5 meter dari halaman Koramil.
Massa perusuh itu kemudian berkumpul di depan kantor Koramil, sementara aparat dari TNI dan Brimob sudah tidak mampu membendung gelombang aksi perusuh.
10 menit kemudian mereka membakar kios. Sekitar 50an kios habis terbakar dan juga mengenai Masjid Al Muttaqien.*