Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mereka yang Rendah Hati (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juli 2015 15:53 3:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2015 15:41
Bagikan
Bagikan

BETAPA susahnya pengamalan kriteria ini. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak mudah kita bersikap tawadhu atau rendah hati. Dalam kenyataan, lebih mudah kita mengunggulkan kehebatan, prestasi, dan nilai-nilai lebih yang kita miliki.

Susah kita bersikap seakan-akan kita bukan siapa-siapa. Sedikit berperan, memiliki kedudukan atau jabatan, langsung saja kita merasa tinggi hati. Tidak ada kesulitan sedikit pun kita tidak tidak tinggi hati, saat orang lain memuji, sekalipun palsu atau cari muka.

Sangat mudah kita membanggakan hal-hal sepele yang kita miliki. Sifat seperti inilah yang menghalangi shalat kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mari kita camkan sabda Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam: “Tiada berkurang harta karena sedekah, dan Allah tiada menambah pada seseorang yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiada seseorang yang bertawadhu kepada Allah, melainkan dimuliakan oleh Allah.” (HR. Muslim).

Hadist lain diriwayatkan dari Iyadh bin Himar, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewahyukan kepadaku: ‘Bertawadhulah hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.” (HR. Muslim).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Beberapa kisah berikut sangat berkesan untuk kita teladani. Rasul yang mulia ini sungguh merupakan makhluk yang rendah hati. Tidakkah sunnah ini yang utama untuk kita tiru dan gugu?

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi memiliki seekor unta yang diberi nama al-‘adhba’ yang berarti unta yang tidak terkalahkan larinya. Suatu hari datang seorang Arab dusun (a’rabiy) dengan untanya dan mampu mengalahkan. Hati kaum muslimin terpukul menyaksikan hal tersebut, sampai hal itu diketahui oleh Nabi.

Beliau bersabda: “Menjadi haq Allah jika ada sesuatu yang meninggikan diri di dunia pasti akan direndahkan-Nya” (HR. Bukhari). Allah mengajari utusan-Nya untuk rendah hati dan tidak menyombongkan diri meski sekadar memberi julukan pada hewan kesayangannya.

Anas juga meriwayatkan kebiasaan indah Nabi bila bertemu anak-anak. Beliau sangat menyayangi mereka. Beliaulah yang mengucapkan salam lebih dahulu. Bahkan, sebagaimana kita ketahui, beliau menyarankan kita menyapa siapa pun lebih awal. “Afsyu al-salam ila man arafta wa man lam ta’rifhu“, ucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan belum kamu kenal.

Muhammad Rasulullah makhluk termulia. Dunia dan seluruhnya diciptakan karena dirinya. Setiap doanya mustajab dan dikabulkan. Namun beliau memilih tetap rendah hati dan sangat santun. Riwayat Abu Said al-Khudarii berikut sangat menyentuh hati. Mampukah kita teladani akhlak-akhlak luhur berikut:

– Bila bajunya sobek, tangan mulia Rasulullah menjahitnya sendiri. Padahal, semua sahabat dan istri-istrinya siap selalu membantunya. Beliau teladan paripurna sepanjang zaman. Seperti tradisi masyarakat padang pasir umumnya, beliau memiliki unta sebagai tunggangan utama. Meski beliau ada pembantu di rumahnya, tidak segan-segan beliau memberi makan sendiri tunggangannya.

Bila rumahnya bocor, beliau memperbaikinya. Rasulullah juga tidak segan-segan memerah susu kambing untuk kebutuhan hidupnya. Bila sandalnya rusak beliau menambalnya sendiri.

– Bila makanan disajikan, beliau ajak para pembantunya untuk bersama-sama menikmati rezeki dan karunia itu. Kalau kebutuhan dapur keluarganya habis, segera beliau menuju pasar Madinah. Barang belanjaan itu dijinjingnya sendiri. Rasulullah mudah iba hati bila melihat penderitaan orang lain.

Bila ada kabar seseorang sakit beliau menjenguknya. Beliau tidak memilih dan memilah siapa yang sakit. Kaya, miskin, tua ataupun muda selalu dihibur dan dibahagiakannya. Bersama sahabat-sahabat yang lain beliau mengantarkan jenazah.

Mereka yang sakit terhibur dengan motivasi dan kabar adanya pahala dan dosa yang terhapus karena cobaan itu. Mereka yang ditinggal mati oleh keluarganya, akan dihiburnya.

– Jarang beliau menginapkan makanan atau minuman di rumahnya. Beliau contoh agung seorang dermawan. Sorban dan baju yang melekat di tubuhnya bila diminta sekalipun oleh Arab dusun dilepaskannya.Tiada bandingannya dalam hal kedermawanan.

Wajahnya selalu ceria dan tersenyum. Diriwayatkan, wajahnya indah dipandang, menyerupai bulan purnama. Senyum dan cerah menghias wajahnya yang memang rupawan.* [Tulisan selanjutnya]

Dari buku 8 Pintu Surga karya Mohammad Monib, MA.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:rendah hatitawadhu'
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Papua Merdeka Tinggal Selangkah? [2]
Tulisan selanjutnya Mereka yang Rendah Hati (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?