Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Nasihat Kepemimpinan (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 17:18 5:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2015 17:13
Bagikan
Bagikan

1. DI ANTARA nasihat `Ali bin Abi Thalib r.a kepada Malik al-Asytar, walinya di Mesir: Luangkanlah satu waktumu secara penuh untuk menerima orang-orang yang memerlukan bantuanmu yang hendak menghadap kepadamu. Duduklah bersama mereka dalam suatu majelis yang terbuka, lalu hendaklah engkau di dalam majelis ini merendahkan dirimu bagi Allah Yang menciptakanmu. Janganlah engkau melibatkan tentaramu dan pembantu-pembantumu dari kalangan pengawalmu dan polisimu sehingga siapa saja di antara mereka dapat berbicara kepadamu secara bebas tanpa merasa takut. Sebab, sesungguhnya aku tidak hanya sekali mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda, “Tidak akan tersucikan suatu umat selama si lemah tidak dapat menuntut dan memperoleh kembali haknya yang dirampas dari orang yang kuat tanpa rasa takut.”

2. Sesungguhnya kesenangan yang paling utama bagi para penguasa adalah menegakkan keadilan di dalam negeri dan terlihatnya kecintaan rakyat terhadap mereka. Kecintaan mereka ini tidak akan muncul kecuali dengan kelurusan niat mereka. Dan mereka tidaklah akan memberikan nasihat mereka kecuali karena perhatian mereka kepada para penguasa mereka dan sedikitnya kesusahan yang mereka dapatkan dari para penguasa mereka.

3. Maka lihatlah pada keagungan kerajaan Allah di atasmu, dan kuasa-Nya terhadap dirimu sendiri. Sebab, hal itu dapat meredakan keangkuhanmu, menahan kekerasan hatimu, dan mengembalikan akal sehatmu yang telah menjauh dari dirimu.

4. Maka berilah mereka –rakyatmu– maaf dan pengampunanmu, sebagaimana engkau ingin dan sangat berharap untuk mendapatkan maaf dan pegampunan Allah. Sebab, sesungguhnya engkau berada di atas mereka, pemimpin yang mengangkatmu berada di atasmu, dan Allah berada di atas orang yang mengangkatmu. Sesungguhnya Allah telah menugaskan kepadamu penyelesaian urusan mereka, dan Dia mengujimu dengan mereka. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau mengarahkan dirimu untuk memerangi Allah. Sebab, engkau tidak mempunyai sedikit pun kekuatan untuk menolak siksa-Nya.

Sebaliknya, engkau pasti akan membutuhkan ampunan dan rahmat-Nya. Janganlah engkau pernah menyesali ampunan yang telah engkau berikan. Janganlah engkau merasa bangga akan hukuman yang telah engkau jatuhkan. Janganlah terburu-buru melampiaskan nafsu marahmu selama engkau mendapatkan pilihan yang lain. Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan, “Aku seorang penguasa; aku memerintahkan dan perintahku harus dituruti.” Sebab, yang demikian itu adalah penyebab rusaknya jiwa, lemahnya agama, dan hilangnya kekuasaan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

5. Tanamkanlah kasih sayang di dalam hatimu terhadap rakyatmu, kecintaan terhadap mereka, dan perlakukanlah mereka secara lemah lembut. Dan janganlah sekali-kali engkau mejadikan dirimu seperti binatang buas, lalu engkau menjadikan rakyatmu sendiri sebagai mangsamu.

6. Hendaklah perkara yang paling engkau cintai adalah yang pertengahannya dalam kebenaran, yang paling merata keadilannya, dan yang keseluruhannya demi mendapatkan kepuasan rakyat banyak. Sebab, kemarahan rakyat banyak mampu menumbangkan kepuasan golongan elite. Adapun kemarahan golongan elite dapat tertutupi dengan adanya kepuasan rakyat banyak.

Sesungguhnya rakyat yang berasal dari golongan elite ini adalah yang paling memberatkan wali negeri ini dalam masa kemakmuran, paling kecil bantuannya ketika terjadi bencana, paling tidak menyukai keadilan, paling banyak permintaannya secara terus-menerus, tetapi paling sedikit rasa terima kasihnya bila diberi, paling lambat menerima alasan bila ditolak, dan paling lemah kesabarannya bila berhadapan dengan berbagai bencana.

Sesungguhnya rakyat kebanyakanlah yang menjadi pilar agama, kekuatan kaum Muslim, dan paling bersedia menghadapi musuh. Oleh karena itu, curahkanlah perhatianmu kepada mereka, dan arahkanlah kecondonganmu kepada mereka.*/Dari buku Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku – Kata-kata Mutiara ‘Ali bin Abi Thalib. Dihimpun atas arahan Syaikh Fadhlullah al-Ha’iri. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kepemimpinan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Quran dan Bibel Bahas Qishas, Jilbab dan Miras [1]
Tulisan selanjutnya Nasihat Kepemimpinan (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?