Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Silap Bencana Asap

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2015 07:53 7:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Oktober 2015 07:45
Bagikan
Bagikan

Oleh: Imam Nawawi

BENCANA asap di Riau masih belum teratasi. Makin hari, kabut asap justru makin berbahaya dan makin beresiko. Harian Republika misalnya menulis dalam headline beritanya, peningkatan penyakit akibat asap mencapai 20 persen pada beberapa hari di bulan Oktober ini.

Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek juga telah mengakui bahwa bencana asap yang terjadi tahun ini sudah sampai pada taraf (sangat) membahayakan (Republika, 7/10).

Sementara itu, hingga kini pemerintah belum mampu bertindak lebih. Meski sebenarnya kondisi akibat asap benar-benar mengancam kesehatan dan nyawa masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, bertindak cepat dan tepat memang mendesak dilakukan, tidak saja oleh pemerintah, tetapi semua pihak. Namun mengantisipasi bahkan memastikan bencana ini tidak terabaikan di tahun-tahun mendatang, kebijakan berupa ketegasan dalam sisi moral tidak bisa dimarginalkan.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Sebab Bencana

Kalau kita bertanya, mengapa bencana asap di beberapa daerah di Indonesia juga berlangsung seperti musim panas dan hujan yang pasti terjadi setiap tahun? Jawabannya beragam. Namun Allah Ta’ala telah memberikan penjelasan secara gamblang, bahwa setiap kerusakan, apapun itu bersumber dari perilaku manusia itu sendiri.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum [30]: 41).

Ibn Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bahwa kata لْبَرّ menurut Ibnu Abbas, Ikrimah, Adh-Dhahak dan As-Suddi bermakna hamparan padang yang luas. Sedangkan yang dimaksud dengan الْبَحْرِ adalah kota-kota dan kampung-kampung.

Sementaraa itu, Zaid bin Rafi’ berkata bahwa maksud dari ظَهَرَ الْفَسَادُ yang artinya “Telah tampak kerusakan,” yaitu, terhentinya hujan di daratan yang diiringi oleh masa paceklik serta dari lautan, yaitu yang mengenai binatang-binatangnya.

Dengan kata lain, telah terjadi upaya nyata yang mungkin dari gejala-gejala yang ditimbulkan tersurat indikasi kuat bahwa ini adalah kejahatan yang direncanakan. Dalam bahasa agama ini disebut dengan kemakisatan.

Abul Aliyah berkata, “Barangsiapa yang berlaku maksiat kepada Allah di muka bumi, berarti dia telah berbuat kerusakan di dalamnya. Karena kebaikan bumi dan langit adalah dengan sebab ketaatan.”

Ketika bencana asap telah merenggut nyawa seorang penduduk saja, terlebih nyawa anak-anak, sebenarnya kerusakan ini tidak bisa dianggap ringan. Karena dalam Islam, membunuh satu orang tidak berdosa, seakan-akan telah membunuh seluruh penduduk bumi (QS. Al-Maidah: 32).

Oleh karena itu, pemerintah atas alasan dan atas nama apapun tidak boleh letoi dalam mengatasi masalah ini. Beragam pendekatan mesti dilakukan, terutama dari sisi hukum untuk memberikan ganjaran setimpal kepada pelaku pembakaran hutan. Sebab, tanpa tindaklanjut hukum yang tegas, bukan tidak mungkin agenda pembakaran hutan di tahun-tahun mendatang akan mulus dilakukan.

Berkaitan dengan kemaksiatan yang menimbulkan kerusakan kehidupan ini, Ibn Katsir mengutip satu hadits Nabi, “Satu hukuman hadd yang ditegakkan di muka bumi lebih disukai bagi penghuninya daripada diturunkan hujan kepada mereka (selama) 40 (hari) di pagi hari.” (HR. Abu Dawud).*

Penulis Mantan Sekjen Syabab Hidayatullah 2009-2013

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asapAsap RiauBencana Asap RiaubumiRiau
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jenderal Senior Garda Revolusi Iran Tewas di Aleppo
Tulisan selanjutnya KAMMI Desak Pemerintah Serius Tangani Bencana Kabut Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?