Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Perang Suriah dan Kisah Pengepungan Kota Madinah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2015 09:36 9:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2015 09:36
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Muh. Istiqamah, S.Sy

AKSI militer Rusia dengan dukungan Iran menyerang Negeri Suriah mengingatkan kita akan peristiwa Perang Khandaq (Parit) atau al-Qur’an menyebutnya sebagai Perang Ahzab (berbagai golongan).

Kala itu, di saat cahaya Islam itu baru bersinar di Madinah, semua musuh bersatu ingin memadamkannya. Berawal dari makar Yahudi Bani Nadhir di madinah merayu Quraisy agar memulai misi penghapusan Islam sampai ke akar-akarnya. Setelah itu, Bani Ghathafan dengan seluruh kabilahnya; Bani Fazarah, Bani Murrah, Bani Asyja’, Bani Asad dan seluruh kabilah lainnya.

Sementara dari selatan, Kaum Quraisy dibantu Bani Kinanah dan penduduk Tihamah. Semuanya mencapai 10.000 pasukan. Jumlah tentara yang mengalahkan jumlah semua penduduk Madinah saat itu, termasuk anak-anak, wanita, anak muda dan orangtua.

Kalau pasukan militer itu tiba-tiba menghantam Madinah, bisa saja kota itu dibumi-hanguskan.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam langsung membuat musyawarah tingkat tinggi, berbicara strategi perang. Hingga muncul penggalian parit atas ide Salman al-Farisi. Sebuah strategi perang ala Persia yang belum dikenal Bangsa Arab. Menggali parit yang dalam, lebar dan panjang, sebagai benteng alami.

Setelah selesai, Sang Panglima, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam membawa 3000 pasukan menghadapi konvoi militer 10.000 personil bersenjata lengkap.

Benteng parit itu ternyata taktik yang sangat jitu. Mereka kaget, ternyata dua pasukan ini terhalang dari battle head to head karena parit besar menganga di tengahnya.

Singkat kisah, Kota Madinah dikepung selama sekitar 50 hari.

Dari depan berhadapan dengan pasukan koalisi. Dari dalam berhadapan dengan Yahudi Bani Quraizhah. Sampai wanita yang diungsikan akhirnya memberanikan diri melawan pengkhianatan Yahudi ini.

Begitu gentingnya keadaan pasukan kaum Muslimin menghadapi kepungan dari berbagai arah hingga digambarkan bahwa untuk buang air besar saja takut. Digambarkan dalam Al-Quran, jantung mereka hampir copot terlepas ke tenggorokan, bahkan berbagai perasangkaan muncul jangan-jangan Allah Subhanahu Wata’ala tidak menolong mereka.

Ketika gelapnya bayang-bayang kekalahan semakin terpampang jelas di hadapan mereka, fajar kemenangan dan pertolongan Allah akhirnya turun.

Allah Subhanahu Wata’ala kirim angin topan, merusak barisan pertahanan konvoi militer itu. Sampai tenda dan belanga mereka beterbangan. Lalu mereka pulang dengan kenyataan pahit tidak mendapatkan apa-apa.

Dalam perang ini, 700 orang pria Bani Kuraizah dihukum mati oleh tentara Muslim atas penghianatan mereka. Maka berakhirlah riwayat bangsa Yahudi di Madinah dan mereka banyak berpindah ke Suriah dan Khaibar.

Dua tahun berikutnya, tahun 7 Hijriyah, berlangsunglah Perang Khaibar, membebaskan sarang Yahudi, Khaibar. Tahun 8 Hijriyah membebaskan sarang kaum musyrikin Quraisy, di Makkah (Fathu Makkah). Tahun 9 H umat Islam unjuk kekuatan di batas kekuasaan imperium Kristen Romawi (dikenal dengan Perang Tabuk). Pasukan kristen, ketar-ketir. Tidak berani maju menghadapi pasukan Muslimin.* (BERSAMBUNG)

Penulis mahasiswa yang sedang mengambil studi di Madinah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranKota MadinahparitPerang Ahzabperang KhandaqrusiaSerangan Rusia Di Suriahsuriahyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Marwah Daud: Kalau Orang Paham Halal Thoyyib, Masalah Korupsi Tuntas
Tulisan selanjutnya Islamofobia barat Presiden Turki Tayyip Erdogan Kritik Penanganan Pengungsi oleh Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?