Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Rabi Yahudi Anjurkan Bunuh Pejuang Palestina sebagai Kewajiban Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2015 05:18 5:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Oktober 2015 05:18
Bagikan
David Stav bersama para Rabi Yahudi
Bagikan

Hidayatullah.com–Sumber media Israel mengungkap seruan yang diterbitkan Pendeta Yahudi yang memerintahkan membunuh pejuang perlawanan Palestina dan tidak membiarkan mereka hidup, karena membunuh mereka merupakan kewajiban agama.

Situs informasi Israel WaLLa edisi Kamis (15/10/2015) menyebut bahwa seruan itu sebagai jawaban atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada sejumlah pendeta Yahudi yang dikenal ekstrimis dan rasial terhadap bangsa Arab, seputar bagaimana memperlakukan pelaku penyerangan setelah ditangkap.

Menurut situs tersebut, seorang Yahudi bertanya kepada pendeta Ben Tzion Motsavi, bolehkah memukul atau membunuh orang yang membahayakan setelah ditangkap?

Pendeta Motsavi menjawab, “Bukan sekedar dibolehkan, tetapi merupakan kewajiban agama, memegang kepala dan memukulnya sampai mati.”

Motsavi menyayangkan jawaban yang diberikan pendeta David Stav yang melarang membunuh pelaku setelah terluka atau ketika sudah tidak membahayakan.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Motsavi menyatakan, “Jangan dengarkan penjelasan Stav, karena orang yang berbaik hati kepada pelaku kekerasan, akan berakibat buruk,” demikian dikutip PIC.

Sementara itu pendeta yahudi kota Shafd “Samuel Elyaho” menyerukan untuk menerapkan sanksi kepada segenap anggota kepolisian dan tentara Israel yang membiarkan hidup para pelaku kekerasan dari pihak Palestina, usai mereka ditangkap.

Di laman Facebooknya, Elyaho menulis larangan membiarkan hidup pelaku penyerangan, yang dikhawatirkan jika bebas akan membunuh lainnya.

Rasisme Busuk

Sementara itu, Syeikh Ikrimah Shabri, Ketua Badan Tinggi Islam Al-Quds mengatakan, seruan pendeta rahib yahudi untuk membunuh bangsa Palestina adalah seruan rasis busuk.

Dalam keteranganya, Jum’at (16/10) Syaikh Shabri mengatakan, seruan tersebut telah mendorong para pemukim Zionis lebih berani lagi membunuh bangsa Palestina. Ia menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas semua akibat dari seruan tersebut.

Sebelumnya, sejumlah sumber informasi Ibrani mengatakan, seruan yang disebarkan Zionis untuk membunuh para pejuang Palestina serta dan larangan membiarkan mereka hidup. Mereka menganggap seruan membunuh para pejuang Palestina adalah kewajiban agama.

Dalam kaitan ini, Shabri menganggap penutupan sejumlah jalan protokol dan arteri Al-Quds sebagai bentuk hukuman massal bagi warga Al-Quds.

Mereka telah melumpuhkan pergerakan massa dan perekonomian mereka, selain sebagai pengakuan atas pembagian Al-Quds barat dan Al-Quds timur. Kedua belah tempat itu tak ada komunikasi apapun.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ikrimah ShabriIntifada al-QudsIntifada Ke-3israelpalestinarabi YahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan BDS Mesir Ajak Warga Dukung Intifadah Palestina
Tulisan selanjutnya Pengurusan Izin Operasional Lembaga Amil Zakat di Kemenag Gratis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?