Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB, Barat dan Arab Minta Libya Membentuk Pemerintahan Persatuan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2015 11:09 11:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Oktober 2015 11:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Negara-negara Barat dan Arab hari Senin (19/10/2015) mengeluarkan pernyataan bersama mendesak pihak-pihak yang bertikai di Libya menerima usulan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera membentuk pemerintahan bersama guna mengakhiri konflik di negara itu.

Pernyataan tersebut diterbitkan bersama-sama oleh kementerian luar negeri dari Aljazair, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Maroko, Qatar, Spanyol, Tunisia, Turki, dan Uni Emirat Arab, serta Amerika Serikat dan juga kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, lapor AFP.

Negara-negara itu menyeru kepada semua partai di Libya agar menggelar dialog untuk segera melaksanakan kesepakatan politik yang telah dirundingkan oleh utusan khusus PBB Bernardino Leon.

Libya memiliki dua pemerintahan sejak Agustus 2014, ketika aliansi kelompok bersenjata –termasuk dari kalangan Muslim– menyerbu ibukota, sehingga memaksa pemerintahan yang diakui dunia internasional mengungsi ke Tobruk di sebelah timur Libya.

Utusan khusus PBB Bernardino Leon mengusulkan agar dibentuk pemerintahan bersama yang membagi kekuasaan di antara pihak-pihak yang berkonflik di Libya, baik yang saat ini menguasai ibukota maupun yang mengungsi di Tobruk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan ancaman akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang menghalangi terwujudnya perdamaian di Libya dan mengacaukan transisi politik apapun di negeri itu, yang terjerumus ke dalam kekacauan setelah digulingkannya kekuasaan dan dibunuhnya Muammar Qadhafi pada 2011.

Pemerintahan baru yang mendapat dukungan PBB itu akan dipimpin oleh Fayez El-Sarraj, seorang anggota dari parlemen di Tripoli, serta tiga wakil perdana menteri masing-masing satu berasal dari wilayah barat, timur dan selatan Libya.

Pertemuan yang digelar oleh UN Support Mission di Libya dan Inggris hari Senin mempertemukan perwakilan-perwakilan dari 40 negara guna mencari cara mendukung sebuah pemerintahan di Libya yang dihasilkan dari kesepakatan nasional.

“Tidak ada cara lain, kecuali –semoga Tuhan menghalanginya– pertumpahan darah dan kekacauan yang lebih parah,” kata Ali Al-Za’tari, seorang deputi perwakilan khusus dari sekjen PBB untuk Libya dalam sebuah pernyataannya, memperingatkan bahaya yang mengancam jika tidak segera dibentuk pemerintahan persatuan di Libya.

Pembentukan pemerintahan persatuan dipandang sebagai pilihan terbaik untuk mengatasi masalah-masalah di Libya saat ini, termasuk gelombang pengungsi yang menyeberang dari wilayah Libya menuju Eropa seiring dengan meluasnya kelompok ISIS ke negeri itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia-Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Tulisan selanjutnya Cara Islam Melindungi dan Mengakhiri Kekerasan terhadap Anak [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina

Berita
22 Oktober 2026 13:22
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?