Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Setelah Ustadz Usman Memesan Tiket…

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 November 2015 10:28 10:28 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 November 2015 08:26
Bagikan
Wapres Jusuf Kalla pada acara Silaturahim Nasional Dai di Balikpapan, Juni 2013
Bagikan

DUA puluh sembilan tahun lalu. Dzikrullah merasa kelimpungan. Pelajar kelas 2 SMP itu mendapat amanah yang tak sepadan umurnya. Ia ditugasi menjadi sekretaris pembangunan sebuah pesantren di Ibukota Negara Republik Indonesia. Kok bisa?

Saat itu tahun 1986. Ustadz Usman Palese ditugaskan oleh pimpinannya untuk melanjutkan perintisan pesantren tersebut di Jakarta. Dai asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini pun tinggal di Cilodong, Depok, Jawa Barat, yang baru saja berlistrik.

“Beliau berkantor di paviliun rumah ayah saya di Jl Persahabatan Timur, Rawamangun, Jakarta Timur,” tutur Dzikrullah.

Waktu itu, para perintis pesantren di Cilodong generasi pertama, ada 6 orang, sudah dipulangkan ke Gunung Tembak, Balikpapan, pusat pesantren itu. Jadinya, Ustadz Usman ditugaskan merintis cabang pesantren di Jakarta tanpa pasukan.

Maka, tutur Dzikrullah, dengan gagah, serius, dan sungguh-sungguh menyemangati sebagai seorang pembimbing, Ustadz Usman pun menunjuk dirinya sebagai sekretaris. “Tugas pertama saya: mengorder stempel, kertas berkop surat, dan kuitansi donasi ke percetakan,” tuturnya kepada hidayatullah.com.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Selama beberapa bulan, Ustadz Usman benar-benar memperlakukan Dzikrullah seolah-olah seorang dewasa, yang benar-benar punya kemampuan kesekretariatan yang bisa diandalkan. “Padahal betapa terseok-seoknya saya yang cuma bermodal pengalaman sebagai pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) di sekolah,” tuturnya.

Maka, seiring waktu, sesudah kurang dari setahun, semakin sadarlah Ustadz Usman. Belum waktunya Dzikrullah diandalkan mendampinginya melesat berdakwah ke sana ke mari.

“Tapi saya tidak ingat pernah sekalipun dimarahi oleh beliau meski saya tahu saya nggak kapabel,” kenangnya yang kini beraktivitas sebagai pengajar swasta.

Kenangan itu dituturkan Dzikrullah saat mendapat kabar duka kepulangan ustadz bernama lengkap H Usman Palese bin Palese itu. Dai kelahiran Pinrang, 17 April 1945 ini meninggal dunia di RSUD Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2015) lalu. [Selengkapnya Baca di Sini]

Ustadz Usman merupakan perintis Hidayatullah di Balikpapan bersama 3 orang kawannya. Sejak lebih 40 tahun lalu, mereka berjuang mewujudkan peradaban Islam, menemani Allahuyarham Ustadz Abdullah Said, sang pendiri ormas itu.

Bagi Dzikrullah, ada pertemuan lain dengan Ustadz Usman yang sangat berkesan. Yaitu pada tahun 1992 di Payakumbuh, Sumatera Barat. “Ketika itu, sebagai reporter bujangan, saya ditugaskan selama 2 bulan berkeliling Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Riau tanpa bekal uang. Kecuali ongkos sekali jalan ke Banda Aceh,” tuturnya.

“Di Aceh belum ada Hidayatullah. Di Medan ada Pak Chusnul Chuluq. Di Dumai ada Ustadz Abdul Qadir Jailani. Di Payakumbuh ada Ustadz Usman Palese. Bertemu beliau-beliau dalam perjalanan itu seperti korban asap ketemu tabung oksigen,” lanjutnya menyebut nama sejumlah dai.

Khusus di Payakumbuh, Dzikrullah terkagum-kagum pada kemampuan bahasa Minang yang cepat dikuasai oleh Ustadz Usman rahimahullah. Begitu juga pendekatannya yang luwes di kalangan ninik mamak, ulama, dan cerdik pandai Minangkabau.

“Sangat tidak mudah bagi orang Minang yang masih merasa sebagai lumbung ulama didatangi ustadz Bugis yang tak punya sanak saudara untuk berdakwah Islam,” tuturnya. Tapi, dengan jiwa besar, Ustadz Usman melaksanakan tugas dari Ustadz Abdullah Said rahimahullah dengan selalu bersemangat dan jenaka.

“Enak sekali kita berdakwah dengan Al-‘Alaq ini, Mas. Semua orang apapun jabatannya, setinggi apapun kedudukannya, sehebat apapun gelarnya, samaaaaaa semua di mata kita, adededede…. Tak ada itu kecil hati. Makin dimarahin kita makin nikmaaaaaat…. Senyum aja, senyuuum.... Malaikat ikut senyum-senyum itu sama kitaaaa…,” kata-kata Ustadz Usman dengan gaya bicara yang khas terngiang oleh Dzikrullah.

Tiket yang Sebenarnya

Pemimpin Redaksi Majalah MULIA, Imam Nawawi, punya kesan lain. Ustadz Usman, yang juga gurunya, sangat perhatian terhadap para pemuda seperti dirinya.

“Saya termasuk yang sering diajak ke rumah, dipinjami buku dan ngopi bareng. Beliau juga rapi dalam menyimpan dokumentasi sejarah, foto-foto bersejarah terawat hingga sekarang,” ungkapnya.

Menurut Imam, sejak tahun 2010 hingga 2012, Ustadz Usman sangat ingin menghadirkan buku sejarah lembaga tersebut. Buku itu pun terbit pada acara Silaturrahim Nasional Dai di Gunung Tembak, Juni 2013, dengan judul Hidayatullah Membangun Peradaban Islam; Catatan Sejarah Ustadz Usman Palese.

Seorang santri membaca buku karya almarhum di Balikpapan, 2013 [Foto: Syakur]
Seorang santri membaca buku karya almarhum di Balikpapan, 2013 [Foto: Syakur]
Cerita lain dituturkan Mahladi, sesaat usai Kepala Biro Humas PP ormas ini bertakziyah dan menghadiri pemakaman almarhum di Kalimulya, Depok, Selasa itu. Diceritakan, dua pekan sebelum acara Musyawarah Nasional IV ormas itu di Balikpapan digelar, Ustadz Usman telah memesan tiket pesawat.

Ia ingin menghadiri perhelatan akbar lima tahunan yang insya Allah digelar pada 7-10 November mendatang. Meski tubuhnya saat itu sudah amat lemah dan selera makan sudah menurun, tuturnya, semangat Ustadz Usman untuk bertemu saudara-saudara seperjuangan tetap membara.

Sang ustadz pun menghubungi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ustadz Wahyu Rahman. Ia meminta tolong agar segera dibelikan tiket pesawat. “Beliau minta berangkat tanggal 4 (November),” jelas Wahyu Rahman ditirukan Mahladi.

Rencana almarhum itu dikuatkan oleh sahabatnya, Ustadz Hasan Ibrahim. “Baru kemarin beliau menghitung hari, ‘nanti kita ke Balikpapan untuk Munas’. Di saat ketuaannya itu, pada usia 70 tahun, beliau masih terngiang ingin melanjutkan terus ranah perjuangan,” ungkapnya.

Namun, tutur Mahladi, belum sempat tiket pesawat dibelikan, rupanya tiket lain telah datang kepada Ustadz Usman. “Yakni tiket menuju balik papan yang sesungguhnya. Tiket menuju Allah Subhanahu Wata’ala,” ujarnya, mengiaskan “balik papan” sebagai kuburan.

Kepergian Ustadz Usman menjadi lecutan tersendiri bagi jamaah ormas itu, terkhusus menyambut momen munas. Kepergiannya pun diharapkan menjadi alarm bahwa jadwal dan tiket kematian adalah rahasia Allah.

“Di antara kita juga sudah ada panggilan (kematian), cuma belum sampai ke meja kita saat ini. Jadi kita tinggal menghitung hari. Jangan sampai terlena karena godaan dunia luar biasa,” pesan Ustadz Hasan usai menyalatkan jenazah almarhum di Masjid Ummul Quraa, Cilodong.

Lebih dari itu, dengan kepergian generasi-generasi Islam terdahulu, para pemuda Muslim diimbau bersiap diri melanjutkan estafeta perjuangan agama. “Mudah-mudahan, kita-kita yang masih muda terus bercita-cita (untuk) berjuang dan berjuang terus,” seru Ustadz Hasan, yang juga Ketua PP ormas itu.*

Usai pelaksanaan shalat jenazah (kiri) dan saat pemakaman. [Foto: Syakur]
Usai pelaksanaan shalat jenazah (kiri) dan saat pemakaman. [Foto: Syakur]
Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dai HidayatullahKematianMunas IV HidayatullahPemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kerry: Pasukan Khusus AS di Suriah Tidak untuk Perangi Al Asad
Tulisan selanjutnya Iran Ungkapkan Kesedihan Atas Jatuhnya Pesawat Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?