Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Kebimbangan Saat Bertaubat (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 November 2015 10:09 10:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2015 10:00
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

IBNUL Qayyim berkata di dalam kitabnya Thariqul Hijratain, “Bahwa setiap orang yang bertaubat pada awal taubatnya pasti mengalami kebimbangan dan kegoncangan di dalam hatinya, berupa kebingungan maupun kebimbangan, atau kesempitan maupun kesedihan.”

Ketika pertama kali bertaubat, Anda pasti merasakan perasaan-perasaan semacam ini. Anda akan merasa takut, jangan-jangan Anda telah salah jalan, terutama saat Anda tidak begitu memahami jalan tersebut.

Umumnya orang yang bertaubat tidak merasakan, kecuali rasa sakit akibat berpisah dengan kekasihnya. Dosa-dosa adalah kekasih dan teman akrabnya di kala dia sedang gundah. Ketika seseorang bertaubat, hilanglah teman akrab ini. Sesuatu yang sangat dicintainya hilang dari dirinya sehingga dia pun merasa sakit karena harus berpisah dengan aib-aibnya yang telah akrab dengannya selama beberapa waktu. Maka hatinya pun tergoncang, dan dadanya pun terasa sesak.

Banyak orang bertaubat yang mengingkari komitmen mereka, dan kembali kepada kemaksiatannya hanya karena cintanya kepada kemaksiatan tersebut. Sedangkan orang yang mengetahui lagi mendapat taufik dari Allah mengetahui bahwa kegembiraan, dan kebahagiaan, serta kelezatan yang dirasakan setelah bertaubat, kadarnya sesuai dengan besar kecilnya perasaan bimbang dan goncang di dalam dirinya. Jika perasaan bimbang dan goncang semakin kuat dan besar, kegembiraan dan kelezatan akan semakin sempurna.

Sesungguhnya, perasaan semacam itu merupakan bukti dari hidupnya hati Anda, dan kuatnya persiapan Anda. Seandainya, hati Anda mati dan persiapan Anda lemah, niscaya Anda tidak akan mengalami perasaan semacam itu.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Ketahuilah bahwa setan adalah pencuri iman, sedangkan seorang pencuri pasti akan mengincar tempat yang makmur. Maksudnya, setan akan berusaha mencuri iman dari seseorang yang hatinya makmur dengan keimanan. Sesungguhnya, setan tidak akan pergi ke kedai kopi maupun tempat-tempat hiburan yang melalaikan. Oleh karena itulah, siapa saja yang duduk di tempat-tempat seperti itu, berarti tidak ada sesuatu yang bisa dicuri dari dalam hatinya. Setan hanya akan mencari sasaran pada tempat-tempat yang makmur saja guna mencuri.

Ketika ada yang berkata kepada Ibnu Abbas bahwa orang-orang Yahudi berkata, “Kami tidak diganggu setan di dalam shalat kami.” Lalu, Ibnu Abbas ra, menjawab, “Subhanallah (Maha suci Allah), bagaimana mungkin setan akan mengganggu setan.” Mereka adalah para setan, sedangkan setan adalah pencuri iman, dan dia hanya mengarahkan sasarannya kepada tempat yang makmur.

Adapun tempat yang sepi, dia tidak ada harapan mendapatkan sesuatu pun darinya. Jika tantangan-tantangan setan kuat, kuatlah kebimbangan. Setan akan menggoda seorang wanita yang mengenakan cadar, “Apa yang menyebabkanmu melakukan perbuatan yang hina ini. Apakah kamu tidak mau menunggu sampai bersuami?”

Dia juga menggoda orang yang berkomitmen terhadap ajaran Islam, dan memanjangkan jenggot, “Apakah kamu tidak mau menunggu sebentar saja sebelum komitmen hingga kamu berhasil membangun masa depanmu dengan uang hasil curian?” Maksudnya, bisikan-bisikan ini merupakan godaan setan. Jika setan masuk untuk menggoda Anda, berarti hal itu menunjukkan bahwa di dalam hati Anda masih terdapat kebaikan yang membuat setan semakin semangat untuk menghilangkannya.*/Muhammad Husain Ya’qub, dari bukunya Jalan Menuju Taubat. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bertaubat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Beri Denda 1000 Riyal Pekerja Perempuan tanpa Jilbab Syar’i
Tulisan selanjutnya Kebimbangan Saat Bertaubat (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?