Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Perbedaan Pendirian Masjid dan Gereja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 November 2015 12:25 12:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2015 13:00
Bagikan
Lebih 2000 massa Manokwari menolak kehadiran masjid
Bagikan

BELAKANGAN ini sangat ramai konflik agama terkait pendirian rumah ibadah.

Tentu hal ini sudah tidak sehat dalam keberagaman Indonesia yang konon kabarnya memiliki toleransi dalam bermasyarakat. Mulai dari Tolikara hingga ke Singkil, berlanjut lagi di Bitung.
Apa jadinya jika konflik makin memanas lalu umat Islam yang mayoritas menjadi tersadar akan agamanya, akan pentingnya al Wala dan al Bara?

Jika pemerintah lamban, justru akan ada aksi balas membalas yang tak kalah keras di berbagai tempat karena perbedaan keyakinan.

Ada perbedaan signifikan antara umat Islam dalam membangun masjid/musholla dan umat Krisitani dalam membangun gereja.

Hal ini patut kita pahami untuk menjadi perhatian bersama. Umat Islam pada sebuah kampung kecil biasanya mencukupkan dengan membangun satu tempat ibadah atau satu masjid/musholla.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Paling banyak sekali 2 tempat ibadah, biasanya karena satu kelompok NU dan Muhammadiyah, tapi itupun tidak terlalu banyak terjadi.

Berbeda dengan Kristiani yang memiliki banyak jamaat / kelompok berbeda. Sehingga terkadang pada satu kampung kecil bisa berdiri tiga sampai lima gereja karena perbedaan aliran / jamaat tersebut.

Jika dalam kampung dengan 100 KK misalnya, pada kampung Muslim maksimal 2 masjid / musholla sementara kampung Kristiani bisa lebih 2 gereja. Di sinilah perbedaan yang perlu dipahami bersama.
Menurut saya, masyarakat Muslim tidak menolak gereja, tapi menolak jumlah gereja yang melampaui rasio pemeluknya, implikasi dari sulitnya umat Kristiani sendiri melebur pada kelompok Kristiani lain yang berbeda jamaat.

Sementara masyarakat kristiani menolak satu-satunya masjid/musholla yang dibangun di sebuah kampung, seperti Tolikara dan Bitung baru-baru ini.

Inilah yang perlu dipahami bersama antara pemerintah dan masyarakat agar membangun tempat ibadah sesuai rasio penduduknya, sehingga dapat mengurangi konflik intoleransi beragama yang berkembang beberapa bulan belakangan ini.

Salam,
Nugra – Abu Fatah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejakonflikmasjidrumah ibadah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ambulan Bantuan Muslim Indonesia Melalui Auction4Humanity untuk Muslim Suriah telah Sampai
Tulisan selanjutnya Aliansi Pejuang Palestina bersilaturahmi dengan Syekh Hassan Abdillah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?