Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Dituduh Mengkultuskan al-Attas

Bambang S
Terakhir diupdate: 10 Desember 2015 09:06 9:06 am
Bambang S
Dipublikasikan 10 Desember 2015 09:04
Bagikan
Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Berbeda dengan Prof Dr Fazlur Rahman yang mengusung pemikiran liberalisasi Islam, Prof Dr Syed Muhammad Naquib al-Attasia diakui sebagai tokoh yang sangat gigih menentang sekulerisasi. Bukunya berjudul Islam and Secularism (diterbitkan pertama kali pada 1978) menjadi rujukan penting dalam memahami dan mengkritisi gagasan sekulerisme dan sekulerisasi. Buku al-Attas ini terbukti sangat berpengaruh dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Banyak yang mengakui kedua tokoh tersebut sebagai pemikir besar dan genius. Tetapi mereka saling “bertarung.” Fazlur mengusung liberalisasi Islam, sedangkan al-Attas menentang keras. Sebaliknya, Fazlur menolak Islamisasi ilmu yang diusung al-Attas. Ibaratnya mereka seperti gajah bertarung melawan gajah.

Uniknya, Wan Daud pertama kali bertemu al-Attas saat diminta Fazlur membantu al-Attas pada 1984 di Universitas Chicago. Saat itu, al-Attas sedang menyiapkan kajian tentang Hujjat al Siddiq karya Nur al-Din al-Raniri.

Pertemuan kedua setelah Wan menjadi dosen di Universitas Kebangsaan Malaysia. Pada 1988, tiba-tiba al-Attas menelepon dan meminta dirinya membantu al-Attas mendirikan ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization). Mereka kemudian bahu membahu membangun ISTAC menjadi lembaga kajian Islam yang sangat disegani. Ada beberapa mahasiswa dari Indonesia yang menimba ilmu di sini, antara lain Adian Husaini, Syamsudin Arif, Adnin Armas, Fahmi Hamid Zarkasyi, dan Ugi Sugiarto.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Sayangnya, setelah berhasil menjayakan ISTAC, al-Attas dicopot dari jabatannya oleh pemerintah Malaysia. Tak hanya itu, kurikulum ISTAC juga diubah secara radikal. Wan kecewa berat dan mengundurkan diri, setelah 15 tahun menemani al-Attas.

Wan kemudian berlabuh di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Di sini ia mendirikan Centre for Advanced Studies on Islam (CASIS).

Terkait hubungannya dengan al-Attas, Wan dikritik sebagai pengagum al-Attas dan tidak pernah mengkritik ide dan perbuatannya. Terhadap kritik ini, Wan menjawab, “Beliau ilmuwan berwibawa, berintegritas tinggi, dan guru saya.”

Wan selalu menghormati semua gurunya, baik Muslim maupun non-Muslim. Namun Wan berterus terang, dari semua gurunya itu, al-Attas berada di peringkat tertinggi.

Namun Wan membantah bila dirinya dianggap mengkultuskan al-Attas. “Tidak pernah terniat begitu. Saya cuma menghidupkan tradisi Islam dalam menghormati seorang guru,” katanya.

Al-Attas, bagi Wan bukan sekadar mengajarkan ilmu, tetapi juga adab. Yaitu disiplin meletakkan setiap sesuatu di tempatnya yang betul sehingga menimbulkan keadilan bagi semua.* (Bersambung)

 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamliberalpemikiranProf Dr Fazlur RahmanProf Dr Syed Muhammad Naquib al-AttasProf Dr Wan Mohd Nor Wan DaudRihlah Ilmiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keutamaan Membaca Al-Quran
Tulisan selanjutnya Rusia Hentikan Pembangunan Pembangkit Nuklir Pertama Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?