Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Bisa Pertahankan Identitas Sekuler, Presiden Gambia Proklamasikan Negara Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Desember 2015 18:40 6:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Desember 2015 18:38
Bagikan
Presiden Gambia, Yahya Jammeh sedang memegang al-Quran
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Gambia, Yahya Jammeh, telah memproklamirkan negaranya yang sebelumnya sekuler menjadi Republik Islam. Presiden Jammeh juga menyatakan negaranya akan bergabung dalam barisan Negara Islam lain.

Menurutnya, Gambia tidak bisa mempertahankan identitas negara sekuler warisan rezim kolonial terdahulu yang umumnya ditinggalkan di negara-negara Afrika Barat.

Gambia menyatakan keluar dari kelompok Negara-Negara Persemakmuran Inggris pada tahun 2013 dan pernah mengatakan “tidak akan pernah menjadi anggota suatu lembaga neo-kolonial apapun.”

Meski memilih menjadi Negara Islam, Gambia mengatakan akan tetap menghargai keyakinan lain penduduk. Menurut Jammeh, warga yang memiliki keyakinan lain masih akan tetap bisa menjalankan aktivitasnya.tetapi dia ingin menghapus warisan yang berupa kolonialisme.

“Sejalan dengan identitas dan nilai-nilai relijius negara saya memploklamirkan Gambia sebagai Negara Islam,” kata Jammeh di stasiun televisi milik Negara itu dikutip laman theguardian.com, Sabtu (12/12/2015).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sebagai negara yang mayoritasnya Muslim, Gambia tidak memperbolehkan untuk melanjutkan warisan kolonial,” tambahnya.

Gambia memiliki populasi sekitar 1,8 juta jiwa mayoritas Muslim.

Meski Negara Afrika Barat ini dikenal sebagai tujuan wisata masyarakat Eropa karena keindahan pantainya. Hubungannya dengan Inggris dan negara-negara Eropa lain memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Yahya Jammeh dikenal seorang orator animasi yang telah mendapatkan reputasi di negaranya setelah berkuasa selama 21 tahun. Dia membuat gebrakan pada tahun 2013 dengan menyatakan Gambia keluar dari Negara Persemakmuran Inggris yang dia sebut sebagai neo-kolonial. [Baca: Tolak Neo-Kolonialisme, Gambia Keluar dari Persemakmuran Inggris]

Jammeh, yang berkuasa setelah kudeta berdarah tahun 1994, memang dikenal dengan kebiasaannya yang eksentrik. Tahun 2007, ia pernah mengumumkan bahwa dia bisa menyembuhkan HIV-AIDS dalam waktu tiga hari dengan ramuan rempah-rempah rahasia.

Pada November Yahya Jammeh mengumumkan akan mencabut hukum khitan bagi wanita setelah desakan internasional. Bagaimanapun para aktivis mengatakan desakan internasional dibutuhkan untuk mendorong presiden agar merealisasikan pernyataanya, menjadi undang-undang.

Tahun 2013, Gambia pernah menetapkan empat hari kerja bagi para pegawai negeri sipil, dengan menambah hari Jumat sebagai hari libur.

Yahya Jammeh mengatakan tambahan jam libur akan membuat warga Gambia yang kebanyakan Muslim memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, bersosialisasi dan bercocok tanam.

Selain itu, sekolah negeri juga tutup pada hari Jumat, tetapi dibebaskan untuk masuk lagi di hari Sabtu untuk mengganti hari yang hilang.

Belum lama ini ia menjadi sorotan negara Barat karena sikapnya yang keras kepada kaum homoseksual dan LGBT.

Yahya Jammeh pernah mengancam akan menghukum mati seluruh homoseksual di negaranya jika tertangkap. Ia bahkan mewujudkan nya undang-undang kriminalisasi kaum homo.

Diberitakan RT.com, ancaman ini disampaikan oleh Presiden Yahya Jammeh dari Gambia saat berpidato di hadapan rakyatnya, Rabu (13/5). “Jika kau melakukannya (di Gambia) Saya akan menggorok lehermu,” kata Jammeh dalam bahasa Wolof.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika BaratGambiahomoseksuallgbtNegara Persemakmuran InggrisYahya Jammeh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alwaleed Kecam Trump, Harapkan Mundur dari Pemilihan Presiden AS
Tulisan selanjutnya Pemilu Lokal Saudi, 979 Calon dari Perempuan Berpartisipasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?