Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Temuan Masjid Berusia Satu Abad: Bukti Islam Telah jadi Bagian Amerika [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2016 06:46 6:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2016 06:46
Bagikan
Sebuah masjid di Rector Street: Islam di AS sudah berusia satu abad
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Pada 17 Desember, Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR), sebuah kelompok advokasi Muslim yang bermarkas di Capitol Hill Washington, merilis sebuah temuan pada tahun lalu yang menyatakan bahwa hate crime (kejahatan berbasis kebencian, red) telah menarget masjid-masjid di Amerika.

Menurut lembaga NGO, lebih banyak “masjid yang terkena insiden” pada tahun 2015 daripada tahun-tahun setelah tahun 2009. CAIR percaya bahwa perhitungan itu dapat lebih besar jika insiden-insiden seperti vandalisme dan intimidasi termasuk dalam temuan itu.

Sebuah reaksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

November 2015 menjadi lonjakan paling signifikan, dengan total 17 masjid menjadi korban, dari semua serangan itu dua dari insiden terjadi sesudah serangan teror Paris 13 November. Lonjakan tertinggi terjadi setelah penembakan Charlie Hebdo dan serangan pada pasar makanan Yahudi di Paris, dengan lima insiden terjadi pada bulan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

CAIR melaporkan insiden terjadi di berbagai lokasi di Amerika, dari New York, di mana sebuah kepala babi diletakkan di masjid yang masih dalam pembangunan, hingga Mississippi, dimana beberapa tembakan dimuntahkan ke arah Islamic Centre.

Sebuah analisis yang dilakukan oleh kelompok penelitian California State University dikutip oleh New York Times memperkuat penemuan CAIR, menyebutkan bahwa hate crime terhadap Muslim Amerika dan masjid-masjid bertambah tiga kali lipat sejak serangan teroris.

“Sayangnya, mengingat retorika dan komentar kebencian yang ditujukan pada komunitas Muslim oleh Trump dan yang lainnya, tidak mengejutkan serangan dan sikap buruk pada masjid-masjid serta individual meningkat,” Roula Allouch, ketua dewan nasional CAIR, mengatakan pada MEE.

Jumlah insiden, disebutkan CAIR, mencapai jumlah tertinggi yang belum pernah dilihat sejak 2010, ketika kontroversi terhadap Pusat Kebudayaan Islam Taman 51(Park 51) menjadi isu dalam kampanye pemilihan presiden.

Taman 51, yang kadang disebut “Masjid Ground Zero,” memicu kontroversi nasional ketika para penentang menolak pembangunan dari Pusat Kebudayaan Islam ini yang berjarak dua blok dari Ground Zero  akan dijadikan sebagai tuan rumah bagi Muslim untuk beribadah.

“Bukankah itu akan menarik jika seseorang mengatakan bahwa sebenarnya ribuan tahun yang lau terdapat sebuah masjid yang juga hanya berjarak dua blok dari bekas World Trade Centre?” Todd Fine bertanya sambil tersenyum.

Bagi CAIR, fakta bahwa insiden yang menarget masjid-masjid tidak pernah lebih tinggi dari yang terjadi pada putaran pemilihan presiden memberi tambahan pada argumen yang menyatakan bahwa sentimen anti-Muslim mengikuti tren di dalam politik domestik AS daripada aksi teror yang dilakukan oleh ekstrimis.

Temuan Masjid tua di Amerika - The_Sun_Sun__Feb_25__1912-00
Temuan masjid tua di Amerika: setua Amerika [The Sun]
Kebanyakan orang, kata Roula Allouch, tidak mau tahu “sejauh mana Muslim kembali hadir di Amerika Serikat, termasuk banyak individu yang dibawa masuk melalui perbudakan Utara Atlantik. Banyak dari mereka yang beragama Islam, dan tetap menjaga keyakinan mereka ketika mereka tiba di Amerika Serikat.”

Sejarah Muslim di Amerika, yang mungkin setua Masjid di Rector Street, kembali ke awal abad 17 ketika kapal pertama yang mengangkut budak-budak Afrika berlabuh, bahkan sebelum Amerika Serikat didirikan. Dipercaya bahwa sekitar 20 persen dari budak Afrika adalah Muslim.

Islam yang telah hadir sejak lama di AS patut dikenang pada saat Muslim Amerika lebih dianggap sebagai orang asing daripada sebagai tetangga.

Bagi Todd Fine, “penemuan dari masjid yang berada di jantung pusat kota Manhattan menyatakan bahwa kita hanya baru saja  memulai mempelajari sejarah Muslim di Amerika.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam di AmerikaLittle SyriamasjidMasjid di Rector StreetSuriah Kecil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Natalius Pigai OPM Pimpinan MPR: Separatis Penyerang Polisi Papua Harusnya Disebut Teroris
Tulisan selanjutnya Andai Saja Umar Bin Khattab Tahu ada MEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?