Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Temuan Masjid Berusia Satu Abad: Bukti Islam Telah jadi Bagian Amerika [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2016 06:33 6:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2016 06:32
Bagikan
Sebuah masjid di Rector Street: Islam di AS sudah berusia satu abad
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah masjid berumur satu abad di tengah-tengah kota New York menjadi  bukti baru bahwa Muslim telah lama menjadi bagian dari sejarah Amerika Serikat (AS).

Kota New York dikenal memiliki penduduk dari berbagai etnik, seperti tempat wisata bernama Little Italy atau Chinatown. Namun terdapat sebuah pemukiman kecil yang orang setempat sebut-sebut sebagai “Little Syria” (Suriah Kecil), meskipun tidak banyak orang yang tahu.

Dari abad 19 hingga awal abad 20, terdapat kantong ekonomi dan pusat kebudayaan dari warga Arab di AS; itu sebelum dihancurkan yang bertujuan untuk membangun terowongan dan kemudian pada tahun 60-an dibangun menjadi World Trade Centre (WTC).

Beberapa blok itu dulunya rumah bagi sejumlah besar imigran yang berasal dari tempat yang nantinya dikenal sebagai “Greater Syria” (Biladis Syam), sebuah wilayah yang dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman (Kekhalifahan Ustmaniyah) yang sekarang termasuk Suriah serta Lebanon (Libanon), Jordania, Israel, dan Palestina dan sebagian wilayah selatan Turki.

Asosiasi sipil seperti Washington Street Historical Society selama bertahun-tahun telah mendukung upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sebagian luas kawasan yang tidak diketahui dan melestarikan beberapa bangunan yang tersisa, seperti Gereja Katolik Suriah St. George, yang berlokasi di jalan Washington.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama bertahun-tahun pemukiman itu dianggap hanya pernah dihuni oleh Kristen. Sejak tidak adanya jejak dari tempat ibadah agama lain, wilayah itu dianggap tidak pernah ditempati oleh orang beragama lain.

Barulah beberapa bulan yang lalu, seorang professor dari Universitas Colorado Denver  melakukan penelitian tentang Islam di AS dan mengeluarkan hasilnya di sebuah artikel berjudul “Mohammedans now have a place of worship here”.

Mereka yang Beriman pada Allah dan Muhammad

Tanggal 25 Februari 1912, ceritanya, ditampilkan di The New York Sun, mengkisahkan sebuah “gereja Turki” bagi “mereka yang meyakini Allah dan Muhammad” bertempat di sebuah bangunan berlantai tiga di pusat kota Manhattan.

“Meskipun suara muadzin yang menyeru untuk melakukan ibadah tidak pernah terdengar di New York, tetapi bentuk ibadah dari kaum Muhammad dilakukan di sini,” tulis artikel itu. “Jika kamu tidak mengetahui lokasi dari mesjed (atau masjid), kamu tidak akan pernah menemukan lokasi itu, karena itu tersembunyi dengan baik.”

Di bayang-bayang Wall Street dan sepanjang Sungai Hudson, tampak bahwa Kekaisaran Ottoman telah mendirikan sebuah masjid di kota New York pada awal 1910.

“Tidak hanya di sana ada masjid, tetapi itu dulunya adalah masjid, satu-satunya masjid di negara ini,” ujar Todd Fine, Ketua Washington Street Historical Society, pada Middle East Eye.

Menurut Linda K. Jacobs, penulis dari buku Strangers in the West: The Syrian Colony of New York City, 1880-1900, meski “banyak cerita di abad ke 19 tentang sebuah masjid yang telah didirikan,” hubungannya masih misterius karena hanya artikel tersebut sumber dari informasi tentang keberadaannya.

Penemuan masjid itu terjadi setelah Islam baru-baru ini menjadi topik utama dalam kampanye calon presiden 2016, kandidat utama dari Partai Republik Donald Trump menginginkan pelaranganan bagi semua warga Muslim non-Amerika untuk memasuki Amerika Serikat sebagai respon dari penembakan San Bernardino.

Penembakan, yang menewaskan 14 orang, dilakukan oleh pasangan Muslim yang dipercayai FBI telah menjadi radikal “dalam beberapa waktu”.

Bagi Todd Fine, yang asosiasinya secara kukuh mendukung pemahaman yang lebih baik bagi masa lalu Little Syria, “memperburuk citra Muslim dan Arab hanya bisa berhasil selama orang tidak menyadari  lamanya  sejarah kelompok-kelompok itu di Amerika Serikat.

“Little Syria mengajarkan orang Arab maupun Amerika sebuah pelajaran tentang koeksistensi, toleransi, dan kesatuan politik”, dia menambahkan.

Masjid itu yang sekarang telah lama menghilang, tetapi seseorang pasti bertanya-tanya bagaimana tempat ibadah itu dapat bernasib seperti sekarang ini. Seperti yang penemuan tunjukkan, kebencian, ketidaksimpatian, sepertinya menjadi karasteristik dari sentimen yang tumbuh terhadap Muslim dan tempat ibadah mereka.*/Nashirul Haq AR (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam di AmerikaLittle SyriamasjidMasjid di Rector StreetSuriah Kecil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Mulia Bersama Islam
Tulisan selanjutnya Natalius Pigai OPM Pimpinan MPR: Separatis Penyerang Polisi Papua Harusnya Disebut Teroris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?