Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perundingan Damai Suriah di Jenewa Dimulai Tanpa Kehadiran Oposisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Januari 2016 10:51 10:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Januari 2016 10:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perundingan damai soal Suriah di Jenewa, Swiss, yang dijadwalkan dimulai hari Jumat ini (29/1/2016) akan dilaksanakan tanpa kehadiran tokoh-tokoh dari kalangan oposisi. Ketidakhadiran mereka mengancam perundingan damai yang disokong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengakhiri lima tahun perang sipil di Suriah kembali gagal.

Dewan oposisi, dukungan Arab Saudi, sedang berada di Riyadh ketika mengumumkan mereka pastinya tidak akan mengirimkan delegasi ke Swiss.

George Sabra, seorang oposisi anggota High Negotiations Committee (HNC) berkata, “Pastinya … tidak akan delegasi dari High Negotiations Committee besok di Jenewa.”

Seorang pejabat HNC yang tidak disebutkan namanya mengatakan pihak oposisi tidak akan menghadiri perundingan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam waktu dua, tiga atau empat hari.

Sebagai prasyarat mengikuti perundingan, HNC meminta jaminan rezim Suriah tidak lagi menyerang warga sipil, para tahanan akan dilepaskan dan blokade-blokade dicabut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Utusan khusus PBB Staffan de Misruta kelihatannya akan membuka pertemuan itu hari Jumat, meskipun pihak yang berkomitmen datang hanyalah pemerintah Suriah, lapor Deutsche Welle.

Pasukan pemerintah Presiden Bashar Al-Assad belakangan ini berhasil merebut sejumlah daerah dengan bantuan serangan udara Rusia dan Iran.

Tuntutan HNC didukung oleh PBB, tetapi Suriah tidak memberikan komitmen.

Perundingan itu ditujukan untuk mengakhiri perang sipil, yang telah menewaskan lebih dari 250.000 dan menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. Pertemuan itu awalnya dijadwalkan dimulai pada hari Senin lalu, tetapi ditunda karena banyak pertikaian soal siapa yang akan diundang hadir.

Turki bersikeras menentang kehadiran kelompok kuat Kurdi Suriah, Partai Uni Demokratik (PYD). Meskipun PYD didukung penuh oleh Amerika Serikat, tetapi Turki menganggapnya sebagai kelompok teroris yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). PKK dinyatakan terlarang di Turki, dan dimasukkan ke dalam daftar teroris oleh pemerintah Ankara dan Washington.

Rusia bersikeras PYD diundang dalam perundingan itu, tetapi Turki bersikeras mengancam akan memboikot jika PYD diundang.

Utusan PBB De Misruta mendesak agar pihak-pihak yang berperang untuk mengakhiri pertumpahan darah.

“Lima tahun konflik ini sudah sangat keterlaluan,” kata De Misruta. “Konferensi ini harus menjadi kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memotret Pos Keamanan, Polisi Turki Ditangkap di Mesir
Tulisan selanjutnya Hisablah Diri Kalian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Berita
27 September 2026 05:06
Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?