Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Bersyukur Pangkal Selamat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2016 13:14 1:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2016 13:14
Bagikan
Bagikan

HAL terindah dalam kehidupan manusia adalah kala ia masih mampu bersyukur. Itu pertanda, orang tersebut masih mempunyai iman atau hidayah sebagai karunia termahal bagi seseorang. Demikian rumus bersyukur bagi orang beriman. Sikap syukur senantiasa segandeng seiring dengan keimanan yang tumbuh dalam jiwa. Iman yang benar niscaya menggerakkan pemiliknya untuk mensyukuri segala yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).

Syukur yang benar adalah syukur yang bertolak dari kesadaran seorang hamba akan kuasa dan kehendak Sang Pengatur alam semesta. Syukur itu bernilai jika bersandar kepada keyakinan kepada Allah, bukan sekedar muncul akibat dari kebiasaan atau tradisi lingkungan semata. Sebab syukur adalah hasil yang lahir dari iman sebagai pondasi bagi seluruh amalan dan aktivitas manusia selanjutnya.

Layaknya jenis ibadah yang lain, puncak dari implikasi perbuatan bersyukur adalah dijauhkannya seorang hamba dari ancaman siksa neraka. Sebagaimana syukur itu bisa semakin mendekatkan dirinya kepada surga, seperti yang dijanjikan bagi orang-orang yang beriman.

Olehnya sejak awal dikatakan, seluruh tingkah dan laku manusia di muka bumi ini hakikatnya tidak berpengaruh kepada izzah (kemuliaan) yang melekat pada diri Allah Ta’ala.

Jika segenap makhluk yang ada itu beriman dan menyembah kepada Allah, maka hal itu tak menambah secuilpun izzah yang dimiliki oleh Allah. Sebaliknya, andai seluruh penghuni kolong langit dan bumi lalu bersepakat kufur (mengingkari) dan tidak mau sujud di hadapan Allah. Hal itu juga tak bakal mengurangi izzah dan ketinggian Allah. Bagi Allah, tetap saja Dia sebagai Zat Yang Mahakuasa lagi Maha Terpuji.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah berfirman:

ما يفعل الله بعذابكم إن شكرتم وآمنتم وكان الله شاكرا عليما

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Surah an-Nisa [4]: 147).

Bersyukur pangkal selamat

Secara khusus Allah memilih mendahulukan kata syukur daripada iman pada ayat di atas.. Hal ini dimaksudkan agar setiap manusia menyadari segala macam nikmat yang Allah karuniakan sejak penciptaan dunia dan seisinya tersebut. Syukur yang benar menjadikan manusia kian tahu hakikat siapa dirinya dan siapa Penciptanya. Semakin ia bersyukur, maka semakin tampak pula kelemahan dan keterbatasan orang itu.

Hingga akhirnya rasa syukur itulah yang mendorong dia untuk tunduk mengakui kekuasaan Allah semata. Tak ada yang layak disembah di muka bumi kecuali dengan mentauhidkan Allah Yang Mahaesa. Demikian Imam al-Alusi menerangkan panjang lebar tentang hikmah didahulukannya kata syukur sebelum iman tersebut (Tafsir Ruh al-Ma’aniy fi Tafsir al-Qur’an al-Adzim).

Sikap syukur yang demikian niscaya makin mengokohkan pondasi keimanan pada diri seorang Muslim. Sama halnya ketika iman tersebut telah mengakar kuat dalam jiwa orang beriman, menjadikan rasa syukur yang ada kian berkualitas. Tak heran, kolaborasi dua mata rantai inilah –antara syukur dan iman- yang kelak berfungsi sebagai tameng dalam melindungi seorang hamba dari ancaman siksa neraka.

Mengapa? Tidak lain karena perpaduan antara iman dan syukur sanggup melahirkan amal shalih setiap saat. Ia bahkan bisa menjadikan seseorang berlomba dalam kebaikan. Sebab ia sadar waktu untuk bersyukur dan beramal sangat terbatas dibanding pemberian Allah yang sungguh tiada batas.

Untuk itu, bagi orang beriman, bersyukur bukan lagi sebuah kewajiban yang membebani. Namun hendaknya ia dimaknai sebagai kebutuhan yang tak terpisahkan lagi dari hidupnya. Lain halnya dengan orang-orang yang ingkar dan tidak mengakui nikmat Tuhannya. Dengan segala keluasan ilmu-Nya, Allah menegaskan bahwa Dia Zat Yang Maha Mengetahui. Kelak di hari Kiamat nanti, Allah membongkar seluruh rahasia yang disembunyikan oleh hamba-hamba-Nya. Mana di antara mereka yang benar-benar bersyukur serta siapa yang hanya acuh dengan perintah agung ini.*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersyukurImanizzahkufursyukur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Setuju Jemaat Lelaki dan Perempuan Bercampur Baur di Tembok Ratapan
Tulisan selanjutnya IPW: 34 Orang Tewas Dibunuh Selama Januari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?