Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paus Fransiskus Dikirimi Surat Permintaan Pecat Uskup Chile Pelindung Pedofil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2016 09:46 9:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Februari 2016 11:44
Bagikan
Uskup Juan Barros, dituding melindungi pendeta pedofil kelas berat di Chile.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria yang mengatakan menjadi korban keganasan seksual seorang pendeta, hari Ahad (7/2/2016) mengirimkan dua surat yang ditujukan kepada Paus Fransiskus dari warga Katolik Chile, berisi permintaan agar pemimpin Katolik Roma itu memecat seorang uskup Chile yang dituduh melindungi pelaku pedofilia.

Juan Carlos Cruz mengirimkan surat-surat tersebut bersama Peter Saunders, warga Inggris yang terkenal sangat vokal anggota komisi penasihat kepausan dalam masalah pelanggaran seksual oleh rohaniwan gereja. Saunders hari Sabtu (6/2/2016) menolak turun dari jabatannya meskipun ada mosi tidak percaya atas dirinya, dan mengatakan hanya paus yang bisa memecat dirinya, lapor Reuters.

Surat tersebut dititipkan kepada Kardinal Sean O’Malley asal Boston, presiden komisi, di sebuah penginapan di Roma di mana komisi sedang menggelar rapat. O’Malley diminta agar menyerahkan surat itu kepada paus, kata Saunders dan Cruz.

Surat itu menyangkut Juan Barros, yang tahun lalu diangkat menjadi uskup di Osorno. Pengangkatan Barros sebagai uskup menimbulkan kemarahan jemaat, anggota parlemen Chile dan para korban kejahatan seksual rohaniwan gereja. Menurut mereka, Barros melindungi seorang pendeta pedofil yang dianggap sebagai predator seks kelas berat di negara Chile bernama Romo Fernando Karadima.

Pendeta pedofil tersebut membantah pernah mencabuli Cruz dan Uskup Barros membantah mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan anak buahnya tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bencana yang diakibatkan oleh keputusan yang Anda buat, Paus Fransiskus, yang membuat kami tidak lagi bisa tetap diam atau melupakannya,” bunyi salah satu surat yang ditandangani oleh sekitar 30 orang perwakilan jemaat gereja di Osorno. “Kami telah mengetuk setiap pintu … tetapi yang kami terima hanyalah celaan,” kata mereka.

Cruz, 51, mengirimkan salinan surat tersebut ke sebuah koran berbahasa Spanyol, disertai pernyataan dalam bahasa Inggris yang ditujukan kepada para wartawan. Surat lainnya merupakan surat pribadi kepada Paus Fansiskus dari rohaniwan gereja di Osorno, kata Cruz.

Para kritikus di Chile mengatakan Barros mengetahui dan membantu menutu-nutupi kejahatan seksual yang dilakukan oleh Romo Fernando Karadima, yang sekarang berusia 85 tahun.

Pada tahun 2011, Vatikan memberikan hukuman Karadima “berdoa, menyesal dan meminta ampun seumur hidup” karena mencabuli anak-anak sejak tahun 1950-an. Seorang hakim kemudian juga memutuskan bahwa tuduhan-tuduhan pedofilia atas Karadima valid, tetapi pendeta bejat itu tidak bisa diproses di pengadilan karena kasusnya telah kadaluarsa.

Cruz mengatakan dirinya dicabuli oleh Karadima ketika berusia 16 tahun. Karadima membantah tuduhan itu. Barros mengklaim dirinya sama sekali tidak pernah tahu ada kejahatan seksual semacam itu dilakukan oleh anak buahnya.

Dalam suratnya, jemaat Katolik Chile meminta Paus Fransiskus “mempertimbangkan akibat” yang ditimbulkan pengangkatan Barros sebagai uskup terhadap komunitas Katolik.

Tahun lalu, seorang juru bicara Vatikan mengatakan bahwa Tahta Suci telah mengkaji secara seksama dan tidak menemukan alasan-alasan obyektif untuk mencabut keputusan pengangkatan Barros sebagai uskup.

Tahun 2015, dalam satu kesempatan yang disiarkan oleh sebuah stasiun TV Chile, Paus Fransiskus mengatakan kepada sekelompok warga Chile bahwa tuduhan-tuduhan tersebut dikarang-karang oleh “kelompok kiri”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MEA, antara Ancaman dan Tantangan bagi Ormas Islam [2]
Tulisan selanjutnya Presiden Erdogan Pengungsi Suriah Mencoba Masuk Turki, Erdogan Izinkan Masuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?