Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aparat Iran Tangkap Pengikut Erfan-e Halgheh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2016 13:22 1:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2016 13:19
Bagikan
Pengikut kelompok keagamaan Erfan-e Halgheh
Bagikan

Hidayatullah.com–Setidaknya 24 orang ditangkap dalam penyergapan oleh Pasukan Keamanan Negara  Iran atas orang-orang yang meminta pembebasan tahanan politik Mohammed Ali Taheri yang sedang berkumpul di luar penjara Evin dan di rumah tahanan politik Iran.

Para pendukung Mohammed Ali Taheri berkumpul di luar penjara Teheran Evin meminta pembebasannya. Namun Rezim Iran tidak memperbolehkan istri dan anak Taheri untuk bergabung dengan protes di luar Penjara Evin.

Sementara itu, murid pemimpin gerakan Erfan-e Halgheh, kelompok  keagamaan Iran yang dipenjara itu menghadapi pengadilan karena mendukung gurunya yang sedang dipenjara.

Pada 29 Januari 2016, murid dari Mohammed Ali Taheri dipenjara karena dianggap memiliki keyakinan berbeda, telah dipanggil ke pengadilan Iran karena menghadiri pertemuan yang bertujuan untuk mendukung pembebasan gurunya.

Pengadilan atas Sara Saei, nama murid Mohammad Ali Taheri itu, akan dimulai 9 Februari 2016 di Cabang 1060 Pengadilan Kriminal Teheran, seorang sumber yang dekat dengan kasus itu mengatakan pada Internasional Campaign for Human Rights di Iran, 8 Februari 2016 sebagaimana dikutip iranhumanright.org, 8 Februari 2016.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sara, bersama dengan empat murid Taheri lainnya, ditahan di sel isolasi Bangsal 2-A Penjara Evin [bangsal yang dikontrol oleh Dinas Intelijen Garda Revolusi Iran] selama empat malam dan didakwa karena ‘mengganggu ketertiban umum’ dan ‘ikut serta dalam pertemuan ilegal’ untuk mendukung Mohammad Ali Taheri,” kata sumber tersebut.

“Mereka kemudian dibawa ke Penjara Gharchak di Varamin, dimana pembunuh dan pencuri ditahan,” seperti yang dikatakan pada Campaign. “Selama interogasi [Saei] ditanya kenapa dia ikut serta dalam protes, yang dia pimpin, dan kenapa dia menentang negara.”

“Mereka juga menanyakan tentang Erfan-e Halgheh [lembaga budaya dan seni Taheri yang dilarang],” kata sumber itu.

Taheri, yang mendirikan lembaga budaya Erfan-e Halgheh  pada 2011 yang sekarang dilarang, membuka praktek pengobatan alternatif dan mengajar di Universitas Teheran. Dia juga menerbitkan beberapa buku spiritual dengan izin resmi.

Pihak keamanan telah bersikap keras pada Taheri dan kelompok keagamaan Erfan-e Halgheh. Mereka menganggap kelompok itu dan jaringan keyakinan lain apapun, khususnya mereka yang ingin berpindah agama, sebagai ancaman ketertiban Syiah.

Taheri dijatuhi hukuman penjara lima tahun atas “penghujatan” pada 2011, 74 cambukan atas “menyentuh pergelangan tangan pasien wanita,” dan enam milyar riyal (sekitar 300.000 USD) sebagai denda untuk “ikut campur dalam ilmu pengetahuan medis,” tuduhan “menghasilkan uang dengan cara haram,” dan “mendistribusikan produk audio-visual dan penggunaan gelar akademik.”

Setelah itu dijatuhi hukuman mati atas “melakukan kerusakan di muka bumi,” tetapi dakwaan itu dibatalkan oleh Cabang 33 Mahkamah Agung. Kasus itu kemudian dikirim kembali ke Cabang 26 Pengadilan Revolusi untuk vonis ulang, menurut pengacara Taheri, Saeid Khalili.

Selain dipukuli dan dilecehkan pada saat protes, beberapa pengikut Taheri juga ditangkap dan dipenjara.

Seorang pengajar Erfan-e Halgheh, Ziba Habibpour, menyerahkan dirinya ke otoritas penjara untuk memulai hukuman tiga tahun penjara pada 1 Juli 2015 – bulan yang sama Masoumeh Zia, anggota lain kelompok itu, divonis setahun penjara dan 74 cambukan.

Mohammad Ali Taheri,  ditangkap pada 4 Mei 2011 oleh dinas yang berhubungan dengan Garda Revolusi rezim Iran.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Erfan-e HalghehEvinhukuman matiMohammed Ali Taheripenjara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Reza Indragiri: Pegiat LGBT Bisa Dipidanakan
Tulisan selanjutnya Negeri 2 Kiblat di Kampung Jawa Yang Jauh [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?