Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dicari, Pemimpin yang Amanah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2016 10:59 10:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2016 10:59
Bagikan
Bagikan

Lima kardus berisi buku pelajaran itu segera dirubungi oleh beberapa orang siswa.

Buku yang kini menumpuk di atas meja guru itu baru saja diantar oleh seorang juru antar untuk dibagi kepada seluruh siswa di tiap kelas.

Suasana segera gaduh, tak sedikit yang berebutan. Sepertinya semua menduga bahwa buku-buku yang diantar itu tak sepadan dengan jumlah mereka di kelas.

Ungkapan ‘siapa cepat dia dapat’ akhirnya menjadi jurus andalan yang terpakai saat rebutan itu.

Hasilnyapun mudah ditebak, ada yang tersenyum lebar namun tak sedikit yang berubah jadi cemberut karena merasa tak kebagian seperti yang didapat yang lain.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Suasana masih gaduh ketika Anisa, sang ketua kelas masuk. Entah ada urusan apa di luar, rupanya ketua kelas tak berada di tempat saat kegaduhan sesaat itu terjadi.

“Eh, ada apa ini? Pada ramai dan berhamburan begini?” tanya Anisa tak paham.

“Tadi ada yang antar buku-buku pelajaran dan tidak sempat dibagi langsung direbut satu persatu,” ucap seorang siswa menjelaskan.

“Oh, begitu. Ayo kumpul lagi buku-bukunya,” terdengar suara Anisa memberi komando.

“Dihitung dulu, diatur, setelah itu dibagi rata,” imbuh ketua kelas kembali.

***

Kisah di atas hanya ilustrasi sederhana. Sebuah gambaran ringan seperti apa kondisi suatu masyarakat atau komunitas yang tidak mempunyai pemimpin. Atau mungkin pemimpinnya ada tapi tidak berperan secara maksimal.

Selanjutnya, bisa dibayangkan jika kumpulan manusia tersebut kehilangan figur seorang pemimpin.

Jika suasana kelas di atas bisa kacau dan tak terkendali sekejap, lalu bagaimana dengan tatanan masyarakat yang lebih luas dan kompleks permasalahannya.

Hal yang serupa bisa terjadi ketika sikap adil dan amanah itu hilang dari seorang pemimpin.

Ibarat bom waktu, masyarakat itu hanya bisa menghitung waktu untuk merasakan ketimpangan, kezhaliman, keserakahan, dan kekacauan yang merajalela di tengah mereka.

Dalam Islam, kepemimpinan atau menjadi pemimpin adalah tugas besar dan amanah yang berat.

Seorang pemimpin harus bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang dikepalainya. Sikap amanah menjadi modal dasar seorang pemimpin. Tanpanya, segala sesuatu hanya berujung kepada kehancuran semata.

Sayangnya, fenomena kehidupan di akhir zaman ini terrasa kian mencemaskan.

Sebagian manusia seolah tak lagi peduli dengan  urusan kejujuran dan keteladanan seorang pemimpin.

Mereka terlihat tak lagi takut dengan peringatan beratnya tugas tersebut. Alih-alih merasa khawatir, sebagian masyarakat bahkan berlomba menjadi pemimpin.

Akibatnya, saling merendahkan, menjatuhkan di antara mereka menjadi tak terelakkan lagi.

Termasuk di antara sebab kehancuran adalah ketika pemimpin itu lebih mementingkan dirinya sendiri daripada urusan rakyat atau jamaah yang dipimpinnya.

Sebab ia bagian daripada bentuk sikap yang tidak bertanggung jawab.

Hendaknya setiap pemimpin tahu masalah yang terjadi dalam kepemimpinannya.

Tentu saja yang dimaksud bukan sekedar koleksi masalah tanpa adanya solusi yang efektif dari setiap persoalan.

Keberanian memutuskan perkara secara adil adalah bagian dari kecakapan yang patut dimiliki seorang pemimpin.

Ia tidak boleh berbuat sekehendak maunya saja. Sebab hal itu juga bagian dari menyiakan amanah yang diterima.

Sebagai penutup, mari meresapi makna hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (Saw) mengenai amanah berikut ini:

“Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancurannya,” Para sahabat lalu bertanya maksud dari amanah yang disia-siakan tersebut. Rasulullah menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya tunggulah saat kehancurannya.” (Riwayat al Bukhari).*/Musyarrafah,  mahasiswi LIPIA Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amanahpemimpin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkait Desakan Pro LGBT, KPI: Kebebasan Harus Hormati Hak Orang Lain
Tulisan selanjutnya Islamisasi Sains Berdampak Segala Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?