Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

MUI Garut Mengaku Siapkan Fatwa Sesat Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2016 11:50 11:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2016 11:49
Bagikan
Acara Seminar Kebangsaan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut dengan tema “Selamatkan NKRI Dari Faham Komunisme dan Syiah”.
Bagikan

Hidayatullah.com—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Garut mengaku akan segera mengeluarkan fatwa kesesatan ajaran Syiah wilayah Garut. Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI Garut KH Sirojul Munir sebagai alas an untuk melindung akidah warga Garut, Jawa Barat.

“Saya berjanji akan mengeluarkan fatwa sesat Syiah untuk wilayah Garut,” ucap KH Sirojul Munir pada hari Ahad (06/02/2016), saat mengisi acara Seminar Kebangsaan di Gedung Pendopo Kabupaten Garut dengan tema “Selamatkan NKRI Dari Faham Komunisme dan Syiah”.

Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkab Garut, Kodim 0611 Garut, Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas) Garut, Pemuda Persis Garut, LP3SyI  dihadiri banyak ormas Islam dan utusan berbagai lembaga.

Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas), Kabupaten Garut, KH Undang Yusuf Lc mengungkapkan, semua ormas Islam, pemerintah dan aparat keamanan, harus bersatu menghadapi PKI dan Syiah. Karena, untuk melawan gerakan PKI dan Syiah, tidak bisa dilakukan sendiri.

Dr Suherman, selaku Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum yang mewakili Bupati Garut Rudy Gunawan dalam kesempatan tersebut menyatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan seminar  ini karena menurutnya, Garut secara geografis berbatasan langsung dengan Australia (luar negeri) sehingga faham-faham menjadi mudah masuk ke Indonesia.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Sementara itu, Dandim 0611 Letkol Inf Zaiful Rahman mengatakan diantara gerakan yang berbahaya dan mengancam NKRI adalah Komunis dan Syiah. Sehingga masyarakat harus benar benar waspada terhadap kedua faham ini.

“Yang tidak peduli dengan acara seminar seperti ini juga harus diwaspadai,” ucapnya.

Mayjen TNI (purn) Kivlan Zein, yang hadir dalam seminar tersebut juga mengatakan, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari Komunis, Syiah, liberalis, Narkoba, LGBT dan lainnya.

Menurutnya sudah sangat jelas bahaya Syiah terhadap Islam dan NKRI karena akidah mereka memang berisi ajaran yang mengancam akidah Islam dan mengganggu stabilitas negara.

Ancaman Komunisme

Beberapa pemateripun dihadirkan untuk mengupas soal Komunisme dan Syiah yang sudah menyebar di masyarakat Indonesia hingga dinilai sudah mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

H Zulkifli, MK pemerhati sejarah yang jadi salahsatu pemateri memaparkan, sejak tumbangnya Orde Baru dan dikeluarkannya Tahanan politik (tapol) PKI dari penjara oleh pemerintah BJ Habibie, mulailah ramai-ramai para tokoh PKI membuat pernyataan, buku yang pada akhirnya bermuara pada satu maksud yaitu menegaskan tidak bersalahnya PKI pada peristiwa 1965.

Mereka, menurut Zulkifli berusaha mencuci-tangan dan menyatakan tidak terlibat dan dengan dalih HAM mereka menuntut pemerintah menggganti rugi hak-hak yang selama ini dirampas.

“Pada tanggal 15-17 februari diadakan temu raya nasional eks tanapol dan DPO dengan tema melaksanakan reformasi total menuju indonesia yang adil melalui pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi yang dihadiri oleh 687 orang peserta yang sebagian besar tapol PKI, ” kata Zulkifli.

Menurutnya pada tahun 2003, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru mengajukan permohonan Judisial Review pasal 60 huruf G UU nomor 12 tahun 2003 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPD dan DPRD provinsi, kota, kabupaten untuk menghapus kalimat “bagi mereka yang bekas anggota organisasi terlarang PKI termasuk organisasi massanya atau bukan orang yang terlibat langsung dalam G30S/PKI atau organisasi terlarang lainnya” ke Mahkamah Konstitusi “Gugatan tersebut dikabulkan oleh MK pada tanggal 24 Pebruari 2004 dengan pendapat yang berbeda dari hakim konstitusi lain,” katanya.

Gerakan PKI ini menurutnya sekarang adalah kebangkitan yang disepelekan baik oleh pelaku sejarah, generasi muda juga pemerintah. Sehingga sekarang ada metamorfosis yang semakin terwujud dalam kelompok kelompok diskusi melalui Mark House juga pengorganisasian gerakan. Untuk melawan gerakan PKI menurutnya harus dilakukan beberapa upaya yaitu, pertama mempertahankan landasan UU atau kekuatan hukum tetap, kedua dibangunnya kembali kesatuan aksi dari berbagai profesi dalam rangka menghadapi kebangkitan PKI sebagai bentuk perlawanan rakyat semesta. Dan terakhir aparat TNI juga polri dan pihak terkait bersinergi dengan kekuatan aksi perlawanan yang dibangun untuk menggayang PKI.*/kiriman Heri Kusmawan (Garut)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FatwakomunismelgbtMajelis Ulama IndonesiaMUI Garutsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berkunjung ke Iran, PM Davutoglu: Turki dan Iran Harus Membangun Perspektif Sama untuk Akhiri Konflik
Tulisan selanjutnya Bijak dengan Peristiwa Alam Gerhana Matahari Total

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?