Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Kembangkan Sayap, Komunitas PENA Gelar Silaturahim Perdana di Balikpapan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 April 2016 19:50 7:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 April 2016 19:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Komunitas Penulis Muda Nusantara (PENA) mengembangkan sayap pergerakannya. Ditandai dengan acara silaturahmi perdana PENA Balikpapan, Kalimantan Timur, di Teritip, Balikpapan Timur, Sabtu (02/04/2016) malam.

Silaturahim ini bertujuan untuk mempersiapkan pembentukan PENA Balikpapan.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat kantor sebuah yayasan di Gunung Tembak, Teritip.

Acara ini di antaranya dihadiri oleh perwakilan berbagai kelompok santri dari unit pendidikan di bawah yayasan tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris PENA Pusat Muhammad Abdus menjelaskan tentang awal mula terbentuknya komunitas PENA. Dimulai dari diskusi di grup WhatsApps dan resmi berdiri tanggal 10 September 2015.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Komunitas ini diinisiasi pada medio 2015 oleh hidayatullah.com. Dimulai dari diskusi dan berbagi ilmu melalui media WhatsApp. Alhamdulillah, PENA telah melaksanakan beberapa kegiatan dan silaturahim di beberapa daerah, yakni di Jabodetabek, Jawa Timur, Yogyakarta, dan hari ini di Balikpapan,” tuturnya.

Gayung bersambut, lanjutnya. Para penulis muda dari Kupang, Makassar, dan beberapa daerah lain sangat antusias untuk bergabung dengan komunitas ini.

“Ini seperti oase di gurun pasir. Apalagi teman-teman rata-rata sudah memiliki kemampuan (menulis) tetapi belum terorganisasi,”  lanjutnya.

Adapun tujuan dibentuknya PENA, ia katakan, pertama, sebagai wadah bagi para santri maupun penulis muda lain untuk sama-sama belajar menulis.

Kedua, sebagai wadah silaturahim dan menguatkan ukhuwah. “Ketiga yakni memperkuat visi-misi dan berdakwah melalui dunia tulisan,” ujarnya.

“Insya Allah PENA Pusat akan memberikan support untuk komunitas PENA Daerah Khusus Balikpapan. Semoga kita semua bisa istiqamah, kata yang sederhana tetapi berat, sama seperti menulis,” kata sang sekretaris.

Aktualisasi Berislam Melalui Tulisan

Sementara itu, Pembina PENA, Abdul Ghofar Hadi, turut berbicara. Ia mengatakan, pesan Iqra’ (membaca) dan Qolam (pena) adalah bukti nyata bahwa membaca dan menulis itu sangat penting. Seperti yang tertulis dalam al-Qur’an.

“Hasil dari membaca yah tulisan itu. Kalau setelah membaca tapi tidak menghasilkan tulisan , maka mungkin “pena”-nya rusak, macet, atau hilang. Dalam ilmu pendidikan dikenal 4 tahapan, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis,” kata Abdul Ghofar.

Ia menegaskan bahwa para santri khususnya harus rajin membaca dan menulis. Kemudian diaktualisasikan untuk terbangunnya peradaban Islam.

Dengan menulis, tambahnya, maka ruang dakwah Islam akan lebih luas daripada berceramah di atas mimbar, misalnya.

Dengan tulisan, penulis bisa menuliskan ceramah para muballigh yang hanya didengarkan di masjid agar semua orang bisa membacanya melalui tulisan. Sehingga bisa dinikmati oleh banyak orang, dimana saja.

Menulis sebagai Jembatan Sejarah

Ia pun mengatakan, melalui tulisan, umat Islam saat ini bisa mengetahui perjalanan sejarah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, para Sahabat, ulama, dan pendakwah Islam di abad 20-an.

“Tulisan itulah jembatan. Jembatan yang menghubungkan generasi ke generasi. Bagaimana bisa kita mengetahui perjalanan hidup Nabi Muhammad kalau bukan dari tulisan para ulama. Kalau perjalanan hidup seseorang tidak ditulis maka bisa dipastikan generasi sekarang tidak mengetahui para pendahulunya,” tambah Abdul Ghofar.

Ia mengatakan, anggota PENA yang nanti direkrut harus memiliki target pencapaian yang jelas. Misalnya, kata dia, menerbitkan 100 buku dalam dua tahun ke depan sebagai target utama.

“Tidak ada yang mustahil kalau kita mau memulai dari sekarang. Untuk mendukung itu maka pelatihan merupakan hal yang mutlak dilaksanakan,” pungkasnya bersemangat.*/Febryan Wardana, pegiat komunitas PENA Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:penaPenulis Muda Nusantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISESCO Kecam Pembunuhan Sunni Iran
Tulisan selanjutnya Massa GMJ Datangi KPK Pertanyakan Kasus Sumber Waras yang Melibatkan Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?